Beranda blog Halaman 2
Syaikh ‘Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani -hafizhahullaah- berkata: . “Setiap dakwah yang tidak berpondasi di atas Tauhid dan tidak ber-asas-kan Tauhid; maka tidak ada manfaatnya, tidak akan tetap dan tidak pula kokoh di muka bumi, serta tidak ada pahalanya pada Hari Kiamat. Kalaulah tidak ada kejelekkannya melainkan hanya menyelisihi semua Rasul; maka cukuplah hal itu sebagai dosa. Allah -‘Azza Wa Jalla-...
Ahlus Sunnah wal Jama’ah senantiasa berpegang teguh dengan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya agama itu adalah nasihat. Oleh karena itu, mereka menasihati penguasa dan ummat ini dengan cara yang baik. . Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، قَالُوْا: لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: ِللهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَِلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. . “Agama itu adalah nasihat,...
. Agama mesti dibangun di atas dalil, bukan dengan logika. Dalam meyakini suatu akidah dalam Islam mesti dengan dalil. Dalam menetapkan suatu amalan dan hukum pun dengan dalil. . Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, . لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ . “Seandainya agama dengan logika, maka tentu...
              Mempelajari dan mengetahui adab dalam memilih guru/ustadz sangatlah penting, karena jika salah kita dalam memilih guru maka kita akan jatuh ke lubang kesesatan. Dan -Alhamdulillah- sudah banyak da'i-da'i/ustadz yang bermanhaj salaf. Tetapi tetap kita harus berhati-hati(selektif) dalam memilih ustadz tersebut, apakah bisa dijadikan panutan(rujukan ilmu) atau tidak. Ciri seorang da'i/ustadz yang bisa di ambil ilmunya bukan di lihat dari beberapa hal...
“Yang menentukan soal ada atau tidaknya rasa cinta terhadap dunia, bukan sebentar atau lamanya kamu bekerja di pasar atau di jalan-jalan. Tapi sejauh mana hatimu tenggelam dalam kesibukan dunia itu, yang murni hanya untuk dunia.” “Kalau pikiranmu lebih banyak diisi oleh kesibukan dunia–sekali lagi, yang murni untuk dunia–, maka kamu akan sangat takut miskin. Dan itu bukan berarti kamu akan...
Di setiap waktu yang telah kita jalani dan dengan setiap takdir yang di tetapkan-Nya, jangan lupa untuk berterima kasih kepada diri kita sendiri. Atas segala pencapaian dan juga penerimaan yang telah ia lakukan sepanjang perjalanan ini. Sekecil apapun, berterima kasihlah. Tentang bagaimana ia belajar memupuk rasa sabar, syukur dan ikhlas juga semangatnya menjalani hidup walaupun tak selalu sesuai dengan keinginan....
Jika kita sering hadir di kajian Sunnah, sering menyimak kajian ustadz-ustadz nya via youtube, mengikuti akun ustadz-ustadz nya di media sosial, kita pasti pernah bertanya-tanya kenapa ya istri-istri ustadz di kajian Sunnah itu kayaknya hampir tidak pernah di publikasikan. Jangankan istrinya, kehidupan pribadinya saja tidak pernah di share di sosial media. Kalau buka sosial media ustadz nya, selalu, selalu...
Dalam agama islam, kita tahu betul bahwa agama kita hanya mengajarkan bentuk-bentuk curahan kasih sayang dan cinta itu setelah melalui satu proses sakral, yakni pernikahan. Untuk menjalankan Sunnah dari Rasulullah yang satu ini, sebelumnya, tentu ada beberapa tahapan yang harus kita lewati. Salah satunya dengan perkenalan yang kita sebut dengan Ta'aruf. Proses ini bertujuan saling mengenal antara seorang lelaki...
Hidup di zaman dimana orang-orang ingin berlomba-lomba tampil sebaik mungkin, secantik atau setampan mungkin, se-WAH mungkin dan segala sesuatu yang sifatnya semu. Hidup di kelilingi orang-orang yang terpacu ingin segera kaya, mapan dan menampilkan semuanya itu dengan simbol-simbol barang dengan merk tertentu, seolah-olah kesuksesan dan kebahagiaan dimata mereka hanya dibuktikan dengan apa-apa yang mampu di beli dan di miliki...
Dunia, dengan kehidupannya yang hiruk-pikuk dan segala 'pernak-perniknya' kita semua tahu betul bahwa tidak lain ia hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Bagaimana mungkin dengan segala kefanaannya, kita masih saja sering lalai, seringnya lupa siapa diri kita, apa tujuan kita diciptakan, bagaimana dan kemana diri kita ingin Pulang. Kematian. Tatkala ia kita saksikan di hadapan kita, cukuplah ia sebagai yang sebenar-benarnya pengingat...

Artikel Populer