China dan Rusia Bela Pembantaian Rezim Myanmar Kepada Muslim Rohingya Di Rapat Dewan PBB

0
462
China dan Rusia Bela Pembantaian Rezim Myanmar Kepada Muslim Rohingya Di Rapat Dewan PBB

China, yang didukung Rusia, Jum’at kemarin menghalangi pengesahan pernyataan Dewan Keamanan PBB menyangkut Myanmar.

Menurut sejumlah diplomat, kedua negara melakukannya setelah 15 anggota Dewan bersidang membahas situasi di negara bagian Rakhine, Myanmar, tempat militer negara itu melancarkan operasi keamanan.

Bulan lalu, kantor HAM PBB menuding militer Myanmar melakukan pembunuhan dan pemerkosaan massal terhadap Muslim Rohingya dan membakari desa-desa mereka sejak awal operasi pada Oktober 2016.

Tindakan itu diduga bisa mengarah pada kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis.

Atas permintaan Inggris, kepala bidang politik PBB Jeffrey Feltman memberi pemaparan kepada para anggota Dewan Keamanan dalam sebuah sidang tertutup.

“Kami berusaha memajukan beberapa usulan namun kesepakatan tidak tercapai di dalam ruangan itu”, kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, yang menjadi presiden Dewan Keamanan bulan Maret.

Pernyataan DK PBB harus disepakati oleh seluruh anggota sebelum bisa diumumkan.

Rancangan pernyataan singkat menurut Reuters berbunyi:

“ Mencatat dengan keprihatinan adanya bentrokan baru di beberapa wilayah negara itu (Myanmar) dan menekankan pentingnya akses kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang terkena dampak”

Sejumlah diplomat mengatakan, negara tetangga Myanmar, yaitu China yang didukung Rusia, menghalangi usulan pernyataan.

Sekitar 75.000 orang mengungsi dari negara bagian Rakhine ke Bangladesh akibat aksi militer Myanmar.

Operasi ini beralasan memburu militan yang menyerang pos polisi perbatasan dan menewaskan 9 orang.

Pada Kamis (16/3), Uni Eropa mendesak PBB segera mengirim tim pencari fakta ke Myanmar guna menyelidiki laporan penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan oleh militer terhadap Muslim Rohingya.

Sementara itu, Aung San Suu Kyi sebagai pemimpin de facto Myanmar, menyebut negaranya tidak diperlakukan adil oleh internasional atas laporan-laporan kejahatan negaranya.

Facebook Comments
Bagi para pembaca yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami

Bisa transfer ke rekening BNI Syariah kantor cabang Surakarta 0454-730-654  

Mohon konfirmasi setelahnya ke  Facebook.com/KamusIslam

LEAVE A REPLY