Raja Salman Isbal ? Tidakkah Lebih Baik Kau Urusi Urusanmu ?

0
138

Raja Salman Isbal ? Tidakkah Lebih Baik Kau Urusi Urusanmu ?

Pemimpin yang shalih adalah idaman bagi orang-orang yang beriman. Ketika seorang pemimpin memiliki kecakapan dalam tata negara, ditambah memiliki keshalehan, maka itu adalah karunia yang sangat besar yang Allah berikan bagi penduduk suatu negeri. Dan karunia itu kian bertambah, apabila sang pemimpin adalah orang yang memiliki perhatian terhadap agama, penegakan syariat, dan dakwah tauhid.

Keraajaan Arab Saudi adalah sedikit dari negeri yang diberikan Allah karunia besar tersebut. Raja-Raja mereka begitu memiliki perhatian yang besar terhadap Islam dan kaum muslimin. Mereka membangun percetakan Al Quran kemudian menyebarkannya ke berbagai negeri kaum muslimin, membantu pembangunan fasilitas peribadatan dan fasilitas publik, dll.

Tidak heran, rakyatnyapun meneladani perilaku pemimpin mereka. Karenanya, sering kita dengar orang-orang di negeri kita mengajukan permintaan bantuan dana kepada orang-orang Arab untuk kepentingan dakwah, karena mereka dikenal loyal dalam hal ini.

Salah satu yang kita kenal dari Raja Arab Saudi ialah Raja Salman bin Abdul Aziz. Tak hanya ahli dalam dunia kepemimpinan dan diplomasi, Raja Salman juga memiliki komitmen yang kuat terhadap syariat Islam.

Dalam beberapa kali kesempatan, sebelum menjadi raja, Salman bin Abdul Aziz sering menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi berdiri dengan asas syriat Islam ( Al-Quran dan As-Sunnah) dalam Undang-Undang dan sikap politiknya.

Kerajaan ini juga senantiasa menolong agama Allah, berkhidmat untuk dua tanah suci, dan kaum muslimin secara umum.

Di tahun 2017, tepatnya pada tanggal 1 hingga 12 Maret merupakan sebuah momen bersejarah, tatkala rombongan Raja Salman yang dikabarkan lebih dari 1000 orang datang mengunjungi Indonesia.

Ditengah kemelut politik Indonesia yang terbilang kacau, kedatangan rombongan Raja Salman membawa harapan-harapan baik di benak masyarakat muslim Indonesia.

Banyak orang yang disibukkan dalam opini-opininya di media sosial ihwal kedatangan Raja Salman ini, mulai dari harapan, tujuan kedatangan, hingga kehidupan dari keluarga kerajaanpun tidak luput dari perbincangan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah, foto Raja Salman saat berjalan di bandara dengan jubahnya yang menyentuh tanah. Kemudian, banyak yang bertanya “mengapa pemimpin dari negeri yang dikenal dengan tegaknya syariat Islam diatas Al-Quran dan As-Sunnah berpakaian isbal?”

Sungguh, sebelum dirimu bertanya maka renungkanlah hal ini. “Apakah ketika seseorang menjalankan sunnah, kemudian kita menganggapnya seperti malaikat sempurna yang tidak memiliki dosa dan tidak boleh salah?” Jika memang betul beliau isbal, itu tentu berdosa. Hanya saja bukan berarti beliau direndahkan karena pengorbanan dan khidmat beliau yang begitu besar terhadap Islam dan dakwah sunnah.

Yang terbaik untuk dilakukan adalah, bertanyalah kepada dirimu. Bahwa engkau sedang belajar sunnah dan berusaha untuk menjadi baik, lantas apakah engkau sudah mengamalkan semua Sunnah ? Masih adakah dosa yang engkau ketahui, namun engkau masih terjatuh kedalamannya ?

Semoga Allah memberikan hidayah dan membimbing kita untuk senantiasa berpegang teguh pada agama-Nya yang mulia.

Wallahu waliyut taufiq

Tinggalkan Balasan