#CatatanMuhasabah Wahai Hati, Melembutlah…

0
108

# DIANTARA PENGHALANG HIDAYAH #

1. Karna ada kesombongan di dalam hatinya
“Kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia”

2. Lebih mengikuti syahwat menintai hawa nafsu
Dia tau itu dilarang, tapi karna tidak sesuai dengan hatinya maka ia tolak.

3. Lebih mengagungkan akal
Dia tertipu dengan akalnya.
Dia kira akal bisa memahami segala sesuatu. Sehingga dalil bila tidak sesuai dengan akalnya maka ditolak.
Dalil menurutnya tidak pasti.
Sebagaimana iblis menolak segala sesuatu dengan akal.

4. TAQLID BUTA
Mengikuti seseorang tanpa ia tau dasarnya apa, disertai fanatisme membabi buta.
Dia tidak peduli yang ia ikuti itu sesuai dengan al quran dan hadits shahih atau tidak. Dia akan tolak berbagai dalil, bila tidak sesuai dengan kiayi atau ustadz nya
Bani Quraisy fanatik dan taqlid kepada nenek moyang, sama seperti saat ini banyak yang taqlid kepada budaya dan adat istiadat nenek moyang nya

5. Dengki kepada yang membawa kebenaran
Orang yahudi dengki kepada rasul shallallahu alaihi wasallam
Iblis dengki kepada nabi adam alayhissalam

6. Hatinya dipenuhi dengan cinta dunia.
Kedudukannya, kekakayaannya lebih utama.
Heraclius terhalang hidayah karna kedudukannya.

7. Kebodohan dia terhadap hidayah.
Dia menganggap sebuah hidayah bukan hidayah, atau sebaliknya yang bukan hidayah merupakan hidayah

Hidayah tidak bisa dibandingkan dengan gunung emas. Hidayah tidak bisa dibandingkan dengan dunia dan seisinya.

Sudah seharusnya bagi kita seorang muslim, untuk menerima dengan tunduk apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, tanpa ada rasa berat dan penolakan sedikit pun dari dalam hati kita. Karena jika hal itu terjadi, maka itu adalah salah satu tanda adanya kesombongan yang ada dalam hati kita. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ» قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ: «إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk ke dalam surga seseorang yang di dalam hatinya ada setitik kesombongan.” Lalu ada seorang laki-laki bertanya pada beliau, “Sesungguhnya manusia itu menyukai baju yang indah dan sandal yang bagus.” Lalu beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (Muslim, no. 275)


🎙 Ustadz Badru Salam, Lc hafizhahullahu
via radio rodja 756am

Tinggalkan Balasan