SIRAH SAHABAT, ZUBAIR BIN AWWAM

0
221

ZUBAIR BIN AWWAM
Sudah Kenal Zubair bin Awwam?
.
.
1. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap Nabi memiliki ksatria dan ksatriaku adalah Zubair.” (HR. Bukhari)

Hadits di atas diucapkan Rasulullah saw setelah Zubair bin Awwam berhasil 3 kali menyusup ke benteng Yahudi sendirian dan memata-matai isinya.

Entah bagaimana cara masuknya, entah bagaimana cara menyamarnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pendekar andalan nabi, dia tak hanya mahir dalam pertarungan namun juga memiliki skill infiltrasi (penyusupan) dan spionase (memata-matai) yang hebat bagaikan prajurit pasukan elit.

2. Skill bertarungnya level S. Keberaniannya jauh di atas manusia normal. Bahkan Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib yang terkenal kuat dan pemberani mengakui kehebatannya.

Menurut Umar bin Khattab, Zubair termasuk 1 dari 4 orang yang masing-masing kekuatannya setara 1000 orang.

Jadi kalau ada yang bilang kekuatan satu prajurit Denjaka setara 120 kekuatan prajurit TNI biasa, satu prajurit KOPASSUS setara sekian prajurut TNI biasa, itu bukanlah hal yang mustahil.

3. Ali bin Abi Thalib, berkata “Zubair adalah orang yang paling berani. Tidak ada yang mengetahui kadar orang yang besar kecuali orang yang besar.” Maksudnya adalah Ali tahu betapa pemberaninya Zubair karena dia sendiri juga seorang pemberani.

4. Dari 2 point di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa yang paling berhak menilai seseorang adalah orang yang selevel dalam bidangnya.

Misal pemain bola menilai pemain bola, penyanyi menilai penyanyi, politisi menilai politisi, ulama menilai ulama, dll.

Jangan kaya bocah jaman now, baru belajar agama lewat U Tube, Google & grup WA udah merasa paling pinter, sok-sokan menilai bahkan berani menyalahkan ustadz lulusan pesantren & perguruan tinggi yang sudah temenan sama ratusan buku & kitab.

5. Ciri khasnya dalam pertempuran adalah dia membawa 2 pedang di kiri dan kanan. Selain itu, dia punya tombak kecil yang di taruh di punggungnya. Tombak ini runcing di kedua sisinya dan khusus digunakan untuk menghadapi musuh yang kuat.

6. Dalam peperangan, dia biasanya bukan di barisan depan melainkan di depan barisan.

Seringkali ketika pasukan muslimin dan musuh sudah dalam posisi berhadapan, sebelum komandan memerintahkan menyerang, Zubair sudah maju duluan mendekati musuh. Bukan menyerang melainkan beratraksi memamerkan skillnya di depan barisan pasukan musuh.

Entah bagaimana caranya apakah pamer jurus, muter-muter tombak, jumping-jumpingin kuda sambil melotot + ngacungin pedang ke arah komandan musuh, wallahu a’lam.

Kalo ada musuh berani maju duluan, langsung dia tebas di tempat itu juga.

7. Setelah mendengar teriakan takbir tanda perintah menyerang dari komandan pasukan muslim yang berada jauh di belakangnya, ga pake lama, ga pake nunggu, Zubair langsung menerjang barisan pasukan musuh.

Sementara teman-temannya sedang berlari mendekat menyerbu pasukan musuh, Zubair udah bacok-bacokan duluan di kerumunan musuh.

Sehebat-hebatnya Zubair dia tidak pernah sok jagoan & bertindak gegabah ky tokoh utama anime. Belum diperintah udah nyerang duluan.

8. Gara-gara aksi Zubair semacam ini, mental lawan nge-drop duluan. Mereka yang harusnya fokus menghadapi pasukan muslim di depan, malah jadi gagal fokus, barisan kacau, formasi pasukan bubar, sehingga tentara muslimin bisa menyerang dengan mudah.

9. Cara berperang Zubair terlau greget bagi manusia normal. Sambil tebas sana sini, bacok kanan kiri, dia terus bergerak maju dari depan pasukan musuh hingga tembus ke belakang, setelah itu kembali mengacak-acak musuh sembil bergerak dari belakang sampai tembus ke depan lagi.

10. Menurut para sahabat, kekuatan utama pasukan kaum muslimin ada di 3 orang yaitu Zubair, Hamzah, dan Ali.

11. Walaupun jagoan, Zubair selalu menjaga penampilan. Dia selau pakai baju bersih dan rapi termasuk ketika sedang berperang. Malaikat Jibril kadang mendatangi Rasulullah saw dalam wujud manusia. Namun dia tidak sembarangan menjelma.

Jibril hanya mau menyerupakan dirinya dalam wujud 2 orang sahabat yaitu Zubair yang terkenal selalu menjaga penampilan dan Dihyah Al Kalbi, sahabat paling tampan se-Madinah.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa menjaga penampilan adalah sesuatu tak boleh diremehkan. Tak perlu mewah, asalkan bersih dan rapi.

12. Di Perang Badar, ada seorang prajurit Quraisy yang menggunakan baju besi di seluruh tubuh sehingga hanya terlihat matanya, bahkan kudanya pun menggunakan pakaian besi. Orang ini punya skill langka yaitu mampu menggunakan pedang yang sangat panjang seperti galah.

Para sahabat berusaha mengalahkannya dengan susah payah tapi tak berhasil. Selain jangkauan serangannya yang jauh, pertahanannya juga sangat sulit ditembus. Dia bebas menebas musuhnya, sedangkan semua serangan tak mempan kepadanya.

Ketika Rasulullah saw mendengar tentang ini, beliau memerintahkan Zubair untuk membereskannya.
Kira-kira bagaimana cara Zubair mengalahkan orang ini? Kalo ente jadi Zubair ente mau ngapain? Silakan berimajinasi dulu…
.
.
.
.
.
.
.
Sementara si orang Quraisy itu sedang asyik bacokin orang-orang yang tidak bisa membalas, Zubair mencari celah. Ternyata satu-satunya bagian yang tak tertutup adalah matanya.

Zubair menyiapkan tombaknya, setelah mendapat kesempatan dia lempar dan mengenai tepat di antara kedua mata lawannya itu, menancap hingga tembus ke belakang. (Masuk Pak Zubair!)

Setelah lawannya mati, Zubair kesulitan mengambil tombak yang menancap di kepala orang itu hingga tombaknya bengkok.

Coba kalo Naruto yang lempar shuriken, paling cuman nancep 1,5 cm.

13. Di Perang Uhud, Zubair bergabung dalam tim kecil yang berisi para sahabat dengan skill bertarung tingkat tinggi diantaranya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib, Ashim bin Tsabit dan beberapa sahabat.

Tim kecil ini fokus menyerang pemegang bendera pasukan musuh karena dalam tradisi perang saat itu, jika suatu pasukan benderanya jatuh, maka pasukan itu dianggap kalah walaupun jumlah mereka masih banyak.

Sebaliknya, walaupun sisa 1 orang, asalkan bendera masih berdiri, maka belum dianggap kalah.

Ketika perang dimulai, mereka berempat langsung maju melesat menuju pemegang bendera yang ada di tengah pasukan musuh.

Mereka menerjang barisan para ‘ikan teri’ yang tidak pantas melawan mereka. Dalam waktu singkat mereka berhasil menghabisi pemegang bendera padahal dia adalah orang dianggap terkuat dalam pasukan.

Satu per satu prajurit musuh berdatangan berusaha mendirikan kembali bendera yang sudah jatuh, tapi mendatangi bendera sama saja mendatangi ajal karena tim ini siap menyambut mereka.

Ditambah lagi dengan adanya ‘sniper support’ dari pemanah yang tembakannya tak pernah meleset yaitu Sa’ad bin Abi Waqash dan juga 50 orang tim pemanah yang ada di atas bukit. Tak lama kemudian, di sekitar bendera tergeletaklah mayat-mayat para prajurit Quraisy yang berusaha mendirikan bendera.

Pasukan Quraisy langsung shock berat karena bendera sudah jatuh padahal perang baru saja dimulai. Setelah itu tak ada lagi yang berani mencoba mendirikan bendera walaupun Abu Sufyan sang komandan Quraisy memerintahkannya.

Akibatnya, pasukan Quraisy menjadi kacau balau dan terpukul mundur dan dikejar oleh kaum muslimin termasuk tim Hamzah.

14. Di perang ini, Rasulullah juga memerintahkan Zubair untuk menghadapi seorang prajurit musuh yang sangat kuat. Ga pake lama, Zubair langsung memacu kudanya menuju orang yang ditunjuk, dia berdiri di atas kudanya, melompat ke arah target, jatuhkan target, dan…. jleb! Mission completed!

15. Gara-gara tim pemanah tidak mematuhi instruksi nabi, kaum muslimin kalah di Perang Uhud. Namun ini bukan kekalahan telak. Setelah pasukan pulang ke Madinah, para sahabat hanya minum air, lalu Rasulullah memerintahkan seluruh pasukan yang baru saja pulang perang agar mengejar pasukan Quraisy.

Ini baru aja pulang perang loh. Masih ada yang berdarah-darah, tulang patah, gigi pecah, udah lihat rumah + anak istri di depannya, tapi bukannya pulang malah langsung balik lagi mengejar musuh yang baru saja menang.

Dari 600an sahabat yang tersisa, terbentuklah sebuah kelompok berisi 70 orang yang dipimpin Zubair dan Abu Bakar. Kelompok ini berada di depan mendahului 500an pasukan inti.

Strategi super geget ini berhasil. Sepanjang sejarah, di saat itu (dan mungkin sampai sekarang) itulah satu-satunya kejadian ada pasukan sudah kalah, luka parah, berdarah darah, masih mau nyerang lagi.

Ngga bakalan ada yang model begini kecuali orang yang memang siap mati. Akibatnya, pasukan Quraisy yang masih berjumlah 2900an orang ketakutan dan lebih memilih melanjutkan perjalanan pulang ke Mekah daripada harus melawan kaum muslimin lagi.

Mengenai hal ini, turunlah QS. Ali Imran ayat 172,
“(yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar.”

16. Di Perang Ahzab, ada 3 orang kafir yang menantang duel. Yang pertama dan merupakan yang terkuat dikalahkan oleh Ali bin Abi Thalib.

Yang kedua kabur karena ketakutan gara-gara temannya yang terkuat dikalahkan Ali. Yang paling apes yang terakhir. Mau kabur tapi gagal. Tubuhnya terbelah 2 hanya dengan satu kali tebasan oleh Zubair.

Kirain yang bisa begitu cuman samurai?

17. Perang berikutnya terjadi di Khaibar, lokasi benteng orang-orang Yahudi. Di perang itu terjadi beberapa duel antara para jagoan dari kedua belah pihak.

Salah satu yang menantang duel adalah pendekar Yahudi bertubuh sangat besar yang bernama Yasir. Saking besarnya, ketika melihat dia Rasulullah saw bersabda, “Tinggi sekali orang ini! Apakah menurut kalian tingginya 5 hasta (sekitar 2,5m)?”

Para sahabat menjawab, “Lebih tinggi Ya Rasululah!” Yasir menantang duel sambil bersyair, “Benteng Khaibar telah mengenalku. Akulah Yasir ksatria yang tak terkalahkan!”

Zubair menjawab tantangan itu sambil bersyair, “Akulah Zubair yang hidup selalu mulia dan tak pernah mundur!” Walaupun Zubair juga bertubuh besar, tapi tingginya hanya sampai ke dada Yasir.

Ibu Zubair yang saat itu hadir di pertempuran bahkan sampai ragu bahwa anaknya bisa mengalahkan orang itu. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, orang itu akan membunuh anakku!”

Namun Rasulullah saw menjawab, “Justru anakmulah yang akan membunuhnya.”

Maka terjadilah the most epic battle di perang Khaibar ini. Sebenarnya Zubair bisa mengakhiri pertaruangan itu dengan cepat, tapi dia mempermainkan musuhnya dulu. Karena tubuhnya yang besar, walaupun kuat, mampu menebang pohon kurma dengan sekali tebasan pedang, tapi serangan Yasir lamban sehingga bisa dihindari oleh Zubair.

Setiap menemukan celah, Zubair tidak menyerang melainkan hanya menyentuh badan atau mengetok kepala Yasir seolah menunjukkan bahwa sebenarnya dia bisa membalas serangan dengan mudah. Duel ini diakhiri dengan tusukan pedang Zubair di leher Yasir.

18. Setelah penaklukan Kota Mekah, terjadilah Perang Hunain. Saat itu pasukan muslim terdiri atas berbagai macam suku dengan ciri khas masing masing.

Muncullah sekelompok pasukan yang menggantungkan cambuk di kepala kuda mereka .
Sang komandan musuh (K) bercakap-cakap dengan anak buahnya (A).

(K) :“Dari mana suku muslimin yang sedang berkumpul itu?”
(A) : “Itu dari suku Sulaim.”
(K) : “Oh, tidak perlu cemas. Mereka bukan apa-apa.”

Kemudian muncullah sekelompok pasukan yang menaruh cambuk, busur & peralatan di bagian belakang kuda mereka.

(K) :“Dari mana suku muslimin yang itu?”
(A) : “Itu teman teman Muhammad dari Madinah.”
(K) : “Tidak usah khawatir! Terus perkuat pasukan! Bisa kita hadapi!”

Datang lagi sekelompok pasukan yang menaruh cambuk di telinga kuda mereka.

(K) : “Siapa mereka?” tanya komandan lagi.
(A) : “Itu teman-teman Muhammad dari penduduk Mekah.”
(K) : “Siapa yang memakai sorban kuning itu?”
(A) : “Itu Zubair bin Awwam.”
(K) : “Sekarang larilah!”

19. Ketika menjadi khalifah, Umar bin Khattab mengirim 2 pasukan besar. Yang satu ke wilayah Romawi di Syam dan Mesir sedangkan pasukan satunya ke Persia sehingga terjadilah 2 pertempuran terbesar yang pernah dialami kaum muslim yaitu Perang Yarmuk dan Perang Qadisiyyah melawan 2 negara adidaya saat itu yaitu Romawi dan Persia.

Pasukan muslimin yang dikirim ke Syam & Mesir berjumlah 4000 orang dan harus menghadapi tentara Romawi dalam jumlah yang jauh lebih besar. Amru bin Ash yang memimpin pasukan ini adalah panglima hebat.

Dia berhasil mengepung benteng Romawi di Mesir dengan pasukan yang jumlahnya hanya beberapa persen dari pasukan musuh. Namun dia tetap merasa kesulitan jika harus menghadapi Romawi hanya dengan 4000 prajurit.

Amru pun menulis surat ke Khalifah Umar minta dikirim lagi minimal 8000 orang karena menurut sabda nabi bahwa pasukan muslim jika jumlahnya mencapai 12.000 maka tak akan terkalahkan. Ternyata jumlah pasukan di Madinah tidak mencapai 8000.

Apa yang Umar lakukan? Sang khalifah yang super greget ini mengirim hanya 4000 tentara ditambah 4 orang yang masing-masing kekuatannya setara 1000 orang.

20. Karena jauhnya jarak antara lokasi peperangan sangat jauh, ketika 4000+4 orang ini tiba di TKP, pengepungan sudah berjalan 7 bulan. Setelah dijelaskan tentang situasi dan kondisi di sana, Zubair mengajak 5 orang membuat regu, memutari benteng yang mereka kepung sambil melihat, mengamati, memetakan, menganalisis kekuatan musuh dan mencari celah untuk masuk ke benteng.

Setelah selesai, dia berkata kepada Amru, “Izinkan saya menembus benteng ini.”
“Ya silakan kalau bisa!” jawab Amru.

Zubair mengatur strategi dengan timnya. Dia berhasil memanjat benteng tanpa ketahuan, menghabisi bebrapa prajurit, bertakbir, 5 temannya mengikutinya. Entah apa yang mereka lakukan di dalam, tak lama kemudian pintu benteng berhasil dibuka!

Pengepungan 7 bulan oleh 4000 orang diakhiri dengan serangan 1 hari oleh 6 orang.

21. Masih melawan Romawi, di pertempuran berikutnya ada beberapa orang yang ingin meniru cara bertarung Zubair.

“Hei Zubair, ente kan hebat. Ntar kalo udah mulai, ente maju duluan trus ane ngikutin di belakang ya!”
“Emang bisa?” Jawab Zubair.
“Bisa lah!”

Begitulah kurang lebihnya percakapan mereka kalau dalam bahasa kita.

Seperti biasa, begitu komandan bertakbir, Zubair langsung menerjang ribuan prajurit di depannya, bacok kanan kiri, tebas sana sini, sambil maju sampai tembus ke belakang barisan musuh, lalu balik arah, melakukan hal yang sama dari belakang sampai ke depan. Setelah sampai di tempat semula, ternyata teman Zubair yang tadi masih di situ. Mereka tidak bisa maju karena tertahan pasukan musuh.

Zubair mengulangi serangannya lagi. Dia menyerbu pasukan lawan sampai belakang, nah pas balik ke depan, dia sempat tertahan dan dikeroyok musuh, luka-luka, tapi masih hidup.

22. Zubair dan Khalid bin Walid adalah 2 sahabat nabi yang bisa menunggang kuda sambil bertarung dengan 2 pedang sekaligus. Mereka mengendalikan kuda dengan menepuk-nepukkan kaki ke perut kuda.

Berarti ngga cuman orangnya, kudanya juga harus pinter.

23. Zubair sangat kaya dan rajin bersedekah. Seringkali dia juga ikut menanggung biaya peperangan.

24. Zubair punya 1000 orang budak. Dalam Islam ada aturan tentang perbudakan. Jika pasukan muslim memenangkan peperangan maka pasukan yang kalah dijadikan budak.

Jangan dibayangkan budak itu diperlakan dengan sadis, disuruh kerja paksa tanpa upah sambil dicambuki & diperlakukan sesuka tuannya seperti kerja rodi penjajah Belanda atau Romusha penjajah Jepang. Islam mewajibkan memberi makan, pakaian dan mendidik budak dengan baik. Bahkan memerdekakan budak adalah amal yang pahalanya sangat besar.

Banyak ulama besar yang dulunya adalah budak.

Waktu kecil, Zaid bin Haritsah diculik perampok dan dijual sebagai budak, hingga akhirnya menjadi milik Rasulullah saw. Ketika Ayah Zaid mengetahui keberadaan anaknya, dia menemui Rasulullah saw. untuk menebus Zaid.

Ternyata, Zaid lebih memilih menjadi budak Rasulullah saw. daripada pulang bersama ayahnya sebagai orang merdeka. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah. saw memperlakukan budak dengan sangat baik.

25. Zubair punya 20 anak. 11 laki-laki, 9 perempuan. Semua anak laki-lakinya dinamai dengan nama sahabat yang telah mati syahid dan berharap agar mereka mati syahid.

26. Zubair berpoligami. Dia berusaha memenuhi kuota maksimal yaitu 4 orang. Tiap ada istrinya yang meninggal, dia menikah lagi. Total istri Zubair ada 7.

27. Zubair mengikuti semua perang di jaman Rasulullah saw.

28. Dia pernah mengajak Abdullah yaitu anaknya yang masih berumur 10 tahun ke medan perang. Mereka naik seekor kuda. Sang ayah sibuk tebas kanan kiri, tusuk sana sini, sang anak memperhatikan.

Look son! Let me show you how to fight!

29. Dia lahir 28 tahun sebelum hijrah.

30. Selain karena imannya yang kuat, Zubair menjadi begitu kuat, berani dan greget karena sejak kecil, ibu Zubair mendidiknya dengan sangat keras. Bahkan orang orang mengira bahwa ibu Zubair ingin membunuh anaknya.

31. Ibu Zubair adalah Shafiyah binti Abdul Muthalib (tante Rasulullah saw). Artinya, Zubair adalah sepupu Rasulullah saw.

32. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Shaffiyah juga merupakan emak-emak yang greget. Dialah yang sendirian menggagalkan pemberontakan suku Yahudi Quraidzah ketika terjadi Perang Ahzab sehingga satu kota Madinah terselamatkan.

33. Suatu ketika, Paman Zubair yang bernama Naufal menegur Shafiyah yang memperlakukan anaknya secara ekstrim. Namun Shaffiyah tak peduli. Dia berkata bahwa dia hanya ingin anaknya menjadi seseorang yang hebat.

34. Zubair termasuk 7 orang pertama masuk Islam yaitu saat umur 15 tahun. Sebagian besar orang yang duluan masuk Islam merupakan anak muda. Dari sini kita isa meambil pelajaran bahwa kebangkitan Islam berawal dari anak-anak muda yang hebat.

35. Gara-gara masuk Islam, Naufal yang dulu membela Zubair berubah sikap 180 derajat. Dia menyiksa keponakannya dengan sadis. Badan Zubair dibungkus tikar, diikat, lalu api dinyalakan di sekitarnya yang tentu saja bisa membakarnya setiap saat. Sang paman berkata, “Kau harus meninggalkan agama Muhammad!”

Zubair menjawab, “Tidak! Walaupun engkau membakarku!” Akhirnya dia diselamatkan oleh pamannya yang lain yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib. Hampir saja kedua pamannya itu berduel karena Naufal menolak melepaskan Zubair.
Siapakah Hamzah? Silakan baca fakta-fakta greget tentangnya

36. Zubair mengalahkan Naufal di Perang Badar.

37. Saat tersebar hoax bahwa Rasulullah saw dibunuh, Zubair yang masih berumur 15 tahun langsung bawa pedang, datang ke rumah Rasulullah saw. Ketika tahu bahwa ternyata berita itu bohong, dia berkata bahwa jika Rasulullah saw dibunuh, maka dia akan membunuh pelakunya. Padahal keadaan kaum muslimin saat itu masih sangat lemah dan jumlah mereka sangat sedikit.

38. Zubair ikut hijrah ke Habasyah (Ethiopia) bersama para sahabat lain. Di sana mereka dilindungi oleh raja Najasyi yang sangat adil. Sang raja masuk islam setelah mendengar isi Quran dari seorang sahabat. Hal ini membuat para pendeta marah dan berusaha melakukan kudeta.

Para sahabat mengungsi untuk sementara dengan menyebrang laut merah sampai ke Yaman. Walaupun sudah sampai ke Yaman, bukan berarti mereka aman. Jika Najasyi kalah, mereka akan diburu. Oleh karena itu harus ada seseorang dari para sahabat yang melihat keadaan dan mencari informasi tentang perang di Habasyah.

Maka dengan sebuah kantong yang ditiup sebagai pelampung, Zubair berenang menyeberangi Laut Merah sampai ke Habasyah. Dia pun kembali dan membawa kabar gembira bahwa Najasyi menang. Itu artinya dia 3X menantang maut yaitu menyebrang ketika berangkat, melihat pertempuran, dan menyebrang pulang.

39. Zubair Termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga

40. Di tubuh Zubair terdapat 13 bekas luka karena berperang. Yang terparah adalah yang di pundaknya saking dalamnya sampai bisa dimasuki jari. Luka yang satu ini dia dapatkan ketika dikeroyok tentara Romawi (yang ada di no 21).

Di dadanya ada bekas luka yang mirip mata onta. Itu adalah bekas tusukan tombak atau anak panah.

41. Di Zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib, muncul dan berkembang satu kelompok Islam yang menyimpang didirikan oleh seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam bernama Abdullah bin Saba’. Kelompok yang di kemudian hari disebut Khawarij ini suka menebar fitnah dan adu domba di tengah kaum muslim.

Suatu ketika mereka membuat fitnah untuk mengadu domba para sahabat. Di satu sisi orang Khawarij mengirim surat kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa mereka bersama Zubair, Thalhah bin Ubaidillah (sahabat super greget yang dijuluki Elang Uhud) dan Aisyah (istri nabi) akan memberontak kepada pemerintahan Ali (Padahal sebenarnya mereka sendirilah yang mau memberontak).

Di sisi lain mereka membuat skenario licik dengan cara mengundang Zubair, Thalhah bin Ubaidillah dan Aisyah lalu menyambut ketiga sahabat itu dengan pasukan perang dan mengatakan kepada mereka bertiga bahwa Ali ingin memerangi ketiganya.

Akibatnya, bertemulah 2 pasukan yaitu pasukan Ali dengan pasukan pemberontak Khawarij yang ada Zubair, Thalhah dan Aisyah di dalamnya.

Sebenarnya Ali ingin mengklarifikasi kebenaran berita yang dia terima. Ketiga sahabat itu juga tidak percaya begitu saja bahwa Ali ingin memerangi mereka. Namun, yang namanya pasukan, bawa senjata, berhadapan, siap perang, pasti mudah terprovokasi.

Begitu bertemu pasukan Ali, para pemberontak langsung menyerang. Pasukan Ali yang belum diperintah menyerangpun mau tidak mau harus membalas sehingga terjadilah pertumpahan darah antara sesama kaum muslimin. Inilah yang disebut Perang Jamal.

Dari kejadian ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa selalu ada orang munafik yang ingin menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Makanya jangan heran kalau ada orang punya nama yang Islami, beratribut ustadz, anggota ormas Islam, tapi kelakuannya super busuk dan justru memecah belah kaum muslimin.

42. Pihak Ali dan 3 sahabat yang ada di tengah-tengah pemberontak sebenarnya tidak menginginkan perang. Zubair pun hanya menangkis serangan-serangan tanpa ada niat menyerang. Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan harapan para pemberontak yang ingin Zubair mengacak-acak pasukan Ali.

Di tengah hebohnya pertempuran, Ali mendekati Zubair. Dia mengingatkan Zubair tentang sabda Rasulullah saw yang pernah mereka dengar bahwa suatu ketika Zubair akan memerangi Ali dan saat itu Zubair dalam keadaan zalim. Setelah teringat, Zubair langsung mengajak Thalhah keluar dari medan tempur, sedangkan Aisyah saat itu berada jauh di tengah pasukan.

43. Dengan keluarnya Zubair dan Thalhah dari peperangan, itu berarti rencana para pemberontak gagal dan tentu saja mereka tidak suka melihat hal ini.

Dalam perjalanan pulang ke Madinah, Zubair diintai oleh salah seorang dari pemberontak Khawarij bernama Abdullah bin Jurmuz. Ketika Zubair tidur di sebuah lembah, Abdullah membunuhnya dan memotong lehernya.

Setelah itu, dia pergi ke rumah Ali untuk memberitahukan kematian Zubair. Dia kira Ali akan senang mendengarnya. Ternyata Ali justru tidak mau menemuinya dan berkata, “Jangan izinkan dia masuk. Beri tahu dia bahwa dia adalah calon penghuni neraka karena aku mendengar nabi bersabda, ‘beritahulah pembunuh anak Shaffiyah bahwa dia akan menjadi penghuni neraka.”
Setelah mendengar itu, Abdullah langsung bunuh diri.

Dalam versi lain disebutkan bahwa Zubair dan Thalhah wafat saat masih berada di dekat medan pertempuran. Zubair ditusuk ketika sedang bersama Ali sedangkan Thalhah terkena panah.

Setelah itu, Ali duduk, menangis, mencium jenazah mereka dan mencium pedang mereka berdua sambil berkata, “Demi Allah, inilah pedang-pedang yang mulia yang selalu digunakan pemiliknya untuk membela Rasulullah saw. dalam segala peperangan dan segala bahaya.”

Kemudian Ali berkata kepada anaknya yang bernama Muhammad bin Hanafiyah, “Hai Muhammad, aku berharap aku mati sebelum hari ini.”

44. Peristiwa kematian Zubair ini terjadi pada Kamis, 10 Jumadil Akhir tahun 36 H.

45. Walaupun dia mengikuti semua pertempuran di jaman Rasulullah dan para sahabat, walaupun dia sudah mengalahkan entah berapa ratus atau mungkin berapa ribu orang kafir, namun ternyata Zubair justru meninggal di tangan orang muslim yang zalim. Hal ini menunjukkan bahwa mati dalam keadaan dizalimi termasuk mati syahid.

46. Zubair meninggalkan harta sebanyak 50.200.000 dirham. 1 dirham sekitar Rp50.000. Coba dikalikan! Berapa hasilnya? Lebih dari 2,5 trilyun!

.
.
Segreget-gregetnya Mad Dog,
Sejago-jagonya Takiya Genji,
Sekuat-kuatnya Saitama,
Sesakti-saktinya Naruto,
Seampuh-ampunya Rambo,
Sesuper-supernya Superman,
mereka semua hanyalah tokoh fiksi.

Kita umat Islam punya tokoh-tokoh hebat yang nyata dan lebih layak dijadikan Idola.

Dari Ibnu Mas’ud ia berkata: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Rasul mengenai seorang yang mencintai sesuatu kaum, tetapi tidak pernah menemui kaum itu?” Rasulullah bersabda: “Seorang itu beserta orang yang dicintainya. (HR.Bukhari)

Marilah belajar sejarah agar tidak salah pilih tokoh idola!

Marilah kita nge-fans kepada Rasulullah saw dan para sahabat agar bisa dipertemukan dengan mereka di surga nanti.

WaAllahu’a’lam bishshawab

Tinggalkan Balasan