Sudah Sampai Dimana?

0
78


Masihkah usang lembaran ini?
Masihkah kaku goresan kertasnya karena tiada sentuhan lagi?

Sudah sampai dimana?
Ibadahnya…
Tilawahnya…
Tholabul Ilmnya…
Tadabburnya…
Baktinya…

“Maaf, saya lagi sibuk! Nanti saja….”

“Biarkan aku dengan urusanku, apa pedulimu…”

“Gampang! Ibadah soal kecil, udah dikerjakan dari kecil…”

Tidakkah kita gugup menjawab jika Allah akan bertanya “Sudah sampai dimana Ibadahmu?”

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin: 65)

Tataplah dalam-dalam pantulan wajah itu. Tanyakan padanya, “Apa yang sebenarnya engkau inginkan?”

Tak ada beda di sisi Allah, kecuali yang benar takwanya kepada Allah.

Jika memang niat (sesuatu yang letaknya dalam hati, hanya dia dan Allah yang tahu) seseorang benar. Maka Allah akan wujudkan cita-citanya.

إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ “Jika niatmu benar maka Allah akan mengabulkannya”

Inilah jawaban Nabi -‘alaihissalam- ketika seorang arab badui bertanya padanya tentang ghanimah yang diterima. Si Badui mengatakan, saya berperang bukan untuk ini. Melainkan agar anak panah menembus leherku dan aku mati syahid… Apa yang terjadi? Jasadnya ditemukan sebagaimana yang dicita-citakannya.

Sudah sampai dimana? Benarkah niat kita selama ini. Ataukah sekedar topeng untuk mendapatkan teman atau rekan?

Catatan bagi kita. Setiap manusia akan dihisabkan amal yang dilakukan kedua tangannya. Bukan amal orang lain. Amal mereka jelas untuk mereka pula.


#CatatanFaedahMuhasabahDiri / Masjid Raudhatul Jannah, 18 Sya’ban 1440 H

Tinggalkan Balasan