Stop Ceroboh Membuli

0
63

Dr Muhammad Arifin Badri

Bisa jadi yang sering lembur kerja lebih bertauhid dibanding yang rajin ngaji, bahkan guru ngajinya..

Waduh, kok sadis bin ekstrim banget sih!
Atau bisa pula anda berkata: aah ngacok.

He he he, biasa aja lagi, simak dulu penjelasannya, baru manggut manggut selanjutnya..

Karyawan yang lembur kerja, bisa jadi sadar sepenuhnya Bahwa ia bekerja agar dapat menunaikan ibadah kepada Allah dengan baik,

menunaikan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga, menyantuni kerabatnya,

menjaga kehormatan dirinya, dan menjadi donatur pengajian ustadznya.

Sedangkan yang rajin ngaji bisa jadi ia berpikiran bahwa punya harta tuh hanya sebatas untuk memenuhi nafsunya, memenuhi perutnya,

bersenang senang di dunia, dan melampiaskan hobinya semata.

Giliran kerabatnya membutuhkan uluran tangan, ia kokoh memangku tangannya,

ketika kaum fuqara menanti donasinya, ia merasa bahwa menjadi penonton setia mereka sudah cukup membebaskan dirinya dari tanggung jawab,

disaat kedua orang tuanya kesusahan, ia merasa bahwa dengan beralasan sibuk belajar sudah melepasnya dari tanggung jawabnya,

giliran anaknya harus sekolah, ia merasa bahwa kewajibannya selesai bila ia berhasil mendapatkan orang tua asuh untuk anak anaknya,

atau mengajukan keringanan biaya pendidikan kepada sekolahnya, dan kemudian dikabulkan permintaannya.

Diriwayatkan dari imam Sa’id Bin Musayyib, beliu berkata:

لا خير فيمن لا يحب المال يعبد به ربه ويؤدي به امانته ويصون به نفسه ويستغني به عن الخلق

Tiada baiknya orang yang tidak cinta harta, yang dengannya ia bisa menunaikan ibadah kepada Rabb-nya,

menunaikan amanat yang dipikulnya, menjaga kerhormatan dirinya,

dan dengannya ia mencukupkan diri dari uluran tangan sesama manusia (tidak meminta minta).

Dan orang yang tidak terobsesi untuk bisa menunaikan kewajiban-kewajiban besar yang merupakan pilar tegaknya agama seperti yang beliau jelaskan ini,

tentu tiada baiknya, demikian dijelaskan oleh Imam Ibnu Taimiyyah . ( Majmu’ Fatawa 29/280)

Dan sebaliknya, bisa jadi yang rajin ngaji lebih sempurna tauhidnya karena lebih menguasai ilmunya dan jauh dari godaan.

Jadi gimana dong?

Yuk stop ceroboh membuli atau mencibirkan saudara kita,

tapi sebaliknya, yuk kita belajar berhusnuzzon kepada saudara kita sendiri,

dengan tetap rajin megingatkan dan memotivasinya agar bisa lebih sempurna..

Tinggalkan Balasan