Muhasabah diri

0
173

 

Muhasabah diri

Suatu ketika dimana agama telah dianggap sebelah mata.
Suatu ketika dimana hukum agama telah dianggap remeh.

Wahai kawan. Sadarlah dengan apa yang telah engkau perbuat.
Disaat apa yang engkau anggap baik tetapi tidak ada landasan nya.
Disaat sesuatu perbuatan terdapat dalil untuk mengerjakannya malah engkau tidak acuh kepadanya.

Wahai kawan. Renungkan disaat apa yang engkau perbuat itu apakah terdapat landasan untuk melaksanakan nya.
Walaupun engkau menggangap ” Oh ini baik kok, lihat dengan ini saya dekat dengan agama, lihat dengan ini saya menjadi tau ilmu agama, lihat dengan ini saya memperkuat tali persaudaraan..”

Tapi ingatlah teman. Apakah itu menjadi baik, ketika yang engkau lakukan mempunyai efek samping yang akan menjatuhkan kedalam kesengsaraan..
Ingatlah apakah yang engkau perbuat akan mendapatkan pahala. Atau malah menghasilkan limpahan dosa.

Semisal disaat suatu kelompok ikhwan dan akhwat bersatu didalam Kebersamaan. Kekuatan .Kekompakan. Kegigihan untuk menunjukkan kepada dunia. Lihatlah sekarang kami sudah berhijrah. Lihatlah sekarang kami menjadi tokoh untuk menyebarkan dakwah. Lihatlah hasil kerja keras kami. Kami bangga akan apa yang kami perbuat.

Tetapi.. Renungkanlah kawan. Bayangkan disaat dunia malah menertawakan apa yang mereka lakukan. Disaat dunia malah mengetahui apa yang mereka tidak ketahui.

Dunia berkata :” haha. Sungguh mereka hanya telah mempermalukan agama mereka sendiri. Apakah mereka tidak mengetahui apa yang mereka buat itu dilarang oleh agama mereka. Mereka tidak mengetahui disaat ustadz mereka ulama mereka Rasul mereka bahkan Tuhan mereka sangat membenci apa yang telah mereka perbuat. Bukankah Rasul mereka telah mengingatkan kepada mereka akan bahayanya seseorang yang bukan muhrim bukan saudara bukan keluarga malah bersama sama. Bersentuhan. Bertatap wajah. Bersenang ria. Sungguh betapa lemahnya iman mereka.. Apalagi mereka melakukan perbuatan itu di rumah ibadah mereka sendiri”

Sudahkah terbuka pikiran engkau teman. Sesungguhnya apa yang telah mereka perbuat adalah demi memuaskan kesenangan dan Hawa Nafsu mereka. Sekarang apakah yang mereka perbuat adalah kebaikan yang mendapat pahala. Atau sebaliknya. Engkau pasti bisa menjawabnya..

Dan ingat apakah yang engkau perbuatan juga sama kedalam apa yang mereka perbuat.??

Ini hanyalah tulisan yang tidak bisa merubahmu teman. Hanya engkau yang dapat merubah dirimu sendiri. Ingat hukumlah sesuatu perbuatanmu itu dengan hukum agama. Jangan melibatkan pemikiran dan logika mu.

Dalil.

٤٠١٨ – حَدَّثَنِي قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ كِلَاهُمَا عَنْ يُونُسَ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى وَقَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ كِلَاهُمَا عَنْ يُونُسَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ

4018. Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa’id; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Ulayyah keduanya dari Yunus Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb Telah menceritakan kepada kami Husyaim Telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Amru bin Sa’id dari Abu Zur’ah dari Jarir bin Abdullah dia berkata; “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai penglihatan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan penglihatanku.” Dan Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Telah mengabarkan kepada kami Abdul A’la. Ishaq berkata; Telah mengabarkan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan, keduanya dari Yunus melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.

٦٣٧٤ – حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ ثَلَاثَةٌ مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ وَمُبْتَغٍ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَمُطَّلِبُ دَمِ امْرِئٍ بِغَيْرِ حَقٍّ لِيُهَرِيقَ دَمَهُ

6374. Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari ‘Abdullah bin Abu Husain telah menceritakan kepada kami Nafi’ bin Jubair dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia yang paling dimurkai Allah ada tiga, Orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk Islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.”

٦٦٥١ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي مُلَيْكَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ

6651. Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ibnu Juraij, aku mendengar Ibnu Abu Mulaikah menceritakan dari Aisyah radliallahu ‘anha, ia mengatakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia yang paling dibenci Allah adalah yang keras kepala dan suka membantah.”

( Muhammad Altafdl Abu Uwais Al Maidani )

Yaman 3 Sya’ban 1440 H

Tinggalkan Balasan