Tanyakan Aku Jika Kalian Tidak Menjumpaiku di Surga

0
3203

Tanyakan Aku Jika Kalian Tidak Menjumpaiku di Surga

image

Sahabatku yang shalih..

Terima Kasih dan Jazakumullahu khairan, sudah menjadi sahabat yang shalih di dunia

Sama-sama saling Mengingatkan kampung abadi kita di Surga

InsyaAllah

Engkau tentu ingat ketika kita melangkah bersama ke majelis ilmu

Saling setoran hapalan Al-Quran bersama, Menghafal wazan bahasa Arab bersama, menjadi panitia kajian dan kegiatan sosial bersama

Saling Ingatkan agar kuliah sukses sebagai bentuk bakti kepada orang tua

Terlalu banyak kenangan bersama dalam ketaaan

Langkah bersama yang akan menjadi hujjah saling bertanya keberadaan kita di surga

Tentunya akan menjadi kenangan indah saat reuni di surga, InsyaAllah

Tanyakanlah jika engkau tidak menjumpaiku di surga

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata kepada sahabat-sahabatnya :

إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك

”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Kemudian beliau menangis.

Aku masih ingat engkau marah-marah kalau adzan dan aku masih bermalas ria

Mimik khas wajahmu berubah tatkala aku bilang, “Maaf, gak ada waktu kajian, sibuk kuliah dan kerja”

Apalagi ketika mulai menjauh dari kumpulan orang shalih dan majelis ilmu

SMS-mu yang bertubi-tubi pasti datang untuk mendekatkan

Tatkala sudah jauh dan lingkungan kerjaku sekarang berbeda dengan lingkungan kuliah, banyak fitnah dan ujian

Marahmu, mimik wajahmu dan SMS-SMSmu, Kini aku rindukan

Setelah jauh baru aku sadar, siapa sahabatku yang sebenarnya…

ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ

“ Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”

“ Sahabat sejatimu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”

Tapi doakanlah aku

Di sini akan kan berusaha istiqamah dan mencari teman shalih lainnya

Kebersamaan kita dalam ketaatan dahulunya jadikanlah syafaat

Syafaatmu dengan menanyakan aku jika engkau tidak menjumpaiku di surga

Note:

1. Sahabat yang shalih bisa memberikan syafaat sahabatnya sehingga akan ditarik ke surga

Hasan Al- Bashri berkata :

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

” Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

2. Dalilnya adalah hadits, di mana mereka menyebut kebersamaan: pernah berpuasa, shalat dan haji BERSAMA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat :

حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…

” Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ” Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ” Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorang pun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).

Penyusun: Raehanul Bahraen

Tinggalkan Balasan