Siapakah Ahlus Sunnah …?

0
174

Fadhilah As-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah,

.

Pertanyaan:

Siapakah ahlussunnah?

.

Jawaban:

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat Allah terlimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya, para sahabatnya semuanya, dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, selanjutnya:

.

Maka ahlussunnah mereka adalah orang-orang yang mencontoh kepada rasulullah ﷺ, yaitu orang-orang yang mereka mencocoki firman Allah – عَزَّ وَجَلَّ – :

.

(وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا) [سورة اﻷحزاب 36]

.

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” [Qs. Al-Ahzab: 36]

.

Dan yang mewujudkan firman-Nya – عَزَّ وَجَلَّ – :

.

(لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ ۚ ) [سورة الممتحنة 6]

.

“Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian.” [Qs. Al-Mumtahanah: 6]

.

Dan firman-Nya:

.

(فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا) [سورة النساء 65]

.

“Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [Qs. An-Nisa: 6]

.

Sumber : http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=4608

.

Adapun para imam ahlussunnah maka mereka adalah para sahabat rasulullah ﷺ, dan para tabi’in seperti Sa’id bin Al-Musayyab, Muhammad bin Sirin, Muhammad bin Muslim Az-Zuhri, dan tabi’ut tabi’in seperti Sufyan At-Tsauri, Sufyan bin ‘Uyainah, Malik bin Anas, dan pengikut tabi’in seperti imam As-Syafi’i, imam Ahmad, dan demikian pula imam Bukhari – رَحِمَهُ اللَّـهُ تَعَالَى -, maka mereka itu tergolong para imam kita dan teladan kita – رَحِمَهُمُ اللَّـهُ تَعَالَى -.

.

Sedangkan sunni adalah orang yang berpegang teguh dengan Kitabullah, dan sunnah rasulullah ﷺ, dan bukanlah sunnah itu dengan pengakuan, benar terkadang seseorang sebagai sunni sekalipun dia jahil (bodoh) terhadap sebagian sunnah rasulullah ﷺ apabila dia cinta kepada sunnah, dan cinta kepada ahlussunnah karena nabi ﷺ berkata sebagaimana di dalam shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Anas:

.

(المرء مع من أحب)

.

seseorang bersama orang yang dia cintai.”

.

Dan beliau bersabda:

.

(أنت مع من أحببت)

.

engkau bersama orang yang engkau cintai.”

.

Maka barangsiapa yang mencintai rasulullah ﷺ, dan mencintai ahlussunnah maka dia menjadi bagian dari ahlussunnah, sekalipun dia tidak mengetahui sesuatu dari sunnah rasulullah ﷺ.

 

Dan ahlussunnah dengan keseluruhan mereka beriman bahwa Allah ber-istiwa (bersemayam) di atas ‘Arsy-Nya dengan istiwa yang sesuai dengan kemuliaan-Nya, mereka beriman bahwa Allah dilihat di akhirat nanti, adapun Allah ber-istiwa di atas ‘Arsy-Nya maka berdasarkan firman Allah ta’ala:

.

(الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ) [سورة طه 5]

.

“(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.” [Qs. Thaha: 5]

.

Dan firman-Nya:

.

(إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ ۚ ) [سورة فاطر 10]

.

“Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. ” [Qs. Fathir: 10]

.

Adapun Allah dapat dilihat maka Allah – سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى – berfirman:

.

(وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ * إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ) [سورة القيامة 22 – 23]

.

” Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. memandang Rabbnya. ” [Qs. Al-Qiyamah: 22-23]

.

Dan rasul ﷺ bersabda sebagaimana dalam shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Jarir bin Abdillah, Abu Sa’id Al-Khudriy, dan Abu Hurairah sedangkan maknanya berdekatan:

.

” ﺇﻧﻜﻢ ﺳﺘﺮﻭﻥ ﺭﺑﻜﻢ ﻛﻤﺎ ﺗﺮﻭﻥ اﻟﻘﻤﺮ ﻻ ﺗﻀﺎﻣﻮﻥ ﻓﻲ ﺭﺅﻳﺘﻪ ”

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat rembulan tidak berdesak-desakan dalam melihatnya. ” atau dengan yang semakna ini.

.

Kemudian setelah itu juga: seseorang tidak menjadi seorang sunni hingga dia menahan dirinya dari berbagai penyimpangan pengekor hawa nafsu, maka seorang shufisme yang ghuluw (berlebihan) di dalam tasawuf tidak tergolong sebagai seorang sunni, dan demikian juga orang-orang yang menyelenggarakan pesta-pesta maulid, atau meremehkan dalam mengamalkan sunnah rasulullah ﷺ seperti memotong jenggotnya dan menyerupai dengan musuh-musuh Islam maka ini bukan seorang sunni sekalipun dia memiliki amalan sunni sedikit maka kesunnahannya goncang.

.

(Dari kaset: Shifat Al-Idzan wa bid’ah)

 

@Theghuroba

 

 

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan