Setia Dalam Kebaikan Melalui Kesabaran

0
282

Allah mencintai seseorang sesuai dengan kadar kebaikannya kepada manusia, jika mereka menerimanya dengan baik ia bersyukur, dan jika mereka menerimanya dengan hinaan ia bersabar, dalam keduanya ada kebaikan, disinilah sesungguhnya salah satu kiat seseorang bisa tahan banting menghapi kondisi terburuk sekalipun, karena keyakinan bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan

Dari Shuhaib Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”.

ALLAH menilai cara kita bersikap dalam menghadapi Ujian, senantiasa tersenyum dalam kondisi terpuruk, itu lebih mengobati dan menentramkan dibandingkan terus memikirkan sikap buruk orang lain.

Mungkin kebanyakan orang mampu Bersikap Ramah, Tersenyum, dan Melakukan hal baik, dalam keadaan Suka (Hidup mudah),.Tapi apa kita mampu tetap Setia kepada kebaikan ketika hidup kita amburradur, sedang capek, masalah bertumpuk ?

Jika jawabannya belum mampu, mungkin niat perlu ditata lagi, seberapa besarnya kadar kebaikan dan keikhlasan diri. Begitu pula menanamkan kesabaran atas apa-apa yang tidak mengenakkan hati.

Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [Al-Baqarah : 177]

Kita juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146]

Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]

نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍإ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]

Bahkan keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.
وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :’Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” [Ar-Ra’d : 23-24]

Benar. Semua ini merupakan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi setiap keadaan. Lalu kenapa tidak ? Sedangkan orang mukmin selalu dalam keadaan yang baik sesuai hadist yang dikemukakankan di awal ?

Hal Senada Juga Pernah dituturkan Oleh Imam Syafi’i
Hal Terberat itu ada tiga
Sikap dermawan dikala sempit,
Menjauhi dosa dikala sendiri
Berkata benar di hadapan orang yang ditakuti.

Ada untaian nasihat yang patut direnungkan, agar kita tidak selalu membanding-bandingkan karunia Allah pada tiap orang.
‏لا تحسد أحدا على رزق،فإن نعمة الله عليه لم تكن لك،ونعمة الله عليك لم تكن له،لن تأخذ أكثر من حقك،ولن ينقصك شيء كتبه الله لك(والله فضل بعضكم على بعض في الرزق).
Janganlah hasad kepada siapapun atas rizqi, sesungguhnya nikmat Allah yang diberikan kepadanya bukan untukmu, dan nikmat Allah yang diberikan padamu bukan untuknya, kau tidak dapat mengambil melebihi dari hakmu dan tidak ada sesuatupun yang dapat mengambil hakmu atas apa yang telah Allah tetapkan untukmu.
(dan Allah telah melebihkan sebagian kalian dengan sebagian yang lainnya dalam rizqi)

Umar Bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu berkata :
Seseorang itu dinilai Baik Jika Ia tetap Mampu melakukan Hal Baik Meski dia dalam kondisi dan situasi yang tidak baik

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan