Mempelajari dan mengetahui adab dalam memilih guru/ustadz sangatlah penting, karena jika salah kita dalam memilih guru maka kita akan jatuh ke lubang kesesatan.

Dan -Alhamdulillah- sudah banyak da’i-da’i/ustadz yang bermanhaj salaf. Tetapi tetap kita harus berhati-hati(selektif) dalam memilih ustadz tersebut, apakah bisa dijadikan panutan(rujukan ilmu) atau tidak.

Ciri seorang da’i/ustadz yang bisa di ambil ilmunya bukan di lihat dari beberapa hal seperti: sering tampil di video/tv dakwah, terkenal di medsos, banyaknya jama’ah, gelarnya, dsb.
Karena beberapa hal diatas bukan jaminan bahwa da’i/ustadz tersebut bisa di ambil ilmunya dan ia seorang yang tsiqoh.

Dan ini kami jelaskan beberapa nasehat dalam memilih guru yang diajarkan para ulama:

🖊 Imam Abdurrahman bin Yazid bin Jabir asy-Syami rahimahullah berkata:

“Tidak boleh mengambil ilmu kecuali kepada orang yang dipersaksikan (pernah) menuntut ilmu (agama/sunnah).”
📚 Al-Jarhu wat Ta’dil 2/28

🖊 Imam Ibrahim bin Yazid an-Nakha’i rahimahullah berkata:

“Dulu para Ulama salaf ketika datang kepada seorang (guru) untuk menimba ilmu agama, maka mereka meneliti bagaimana shalatnya, (pengamalannya terhadap) sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan penampilannya, kemudian barulah mereka mengambil ilmu darinya.”
📚 Diriwayatkan Imam ad-Darimi dalam as-Sunan 1/124

🖊 Imam al-Khathib al-Baghdadi rahimahullah berkata:

“Sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk memilih guru yang dikenal pernah mempelajari hadits (sunnah) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , serta diakui ketelitian dan kedalaman ilmunya.”
📚 Al-Jami’u li Akhlaqir Rawi wa Adabis Sami’ 1/189

Jadi pentingnya kita selektif dalam memilih guru/ustadz agar kita selamat dari kesesatan, inilah jalan penuntut ilmu(sunnah).
Allahu a’lam.

 

Penyusun Oleh: Rizky bin Alex

Tinggalkan Balasan