Catatan Faedah Meninggalkan Debat Yang Tidak Bermanfaat

0
220

Di suatu kajian Ustadz Maududi Abdullah -hafidzahullah-, ada jama’ah yang bertanya,

“Ustadz, kadang kita bertemu dengan orang yang masih suka berbuat bid’ah, kemudian orang itu mendebat apa yang kita sampaikan, lalu apakah perlu kita layani berdebatnya? Atau kita tinggalin saja? Namun kalau orang itu kita tinggalkan, apakah itu sama saja dengan membiarkannya berbuat kesalahan? Bagaimana ustadz baiknya?”

Beliau hafidzahullah menjawab,

“Dalam agama kita terlarang berdebat, jika kita menemui orang yang demikian, maka kita lihat, apakah orang ini mencari kebenaran atau berdebat hanya untuk mencari menang? Jika dia mencari kebenaran, dia bertanya apa yang kita ketahui, maka lanjutkan untuk berdiskusi. Namun jika hanya berdebat hanya bersikeras mempertahankan pendapatnya yang salah, maka segera kita tinggalkan, dan do’akan saja agar dia mendapat hidayah dari Allah, sehingga dia meninggalkan perbuatan-perbuatan yang menyelisihi sunnahnya tersebut. Allahu a’lam.”

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

“Aku akan menjamin sebuah rumah didasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah ditengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah dibagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”

(HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits No. 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

Tinggalkan Balasan