Sejauh mana kekhawatiran kita terhadap amalan-amalan kita, jikalau itu semua tidak di terima disisi Allah Azza wa Jalla?

0
171

Seakan diperingatkan kembali untuk mengambil ibroh nya dari kisah para ulama salaf terdahulu yang begitu semangat untuk menyempurnakan amalan shalih mereka, lalu mereka tak henti-hentinya berdoa, memohon agar amalan tersebut diterima oleh Allah dan mereka sangat khawatir jika tertolak. Sebagaimana firman Allah : “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut.” (QS. Al Mu’minun : 60)

Dari Fadholah bin ‘Ubaid, beliau mengatakan, “Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikanku sekecil biji saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya.” Karena Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al maidah : 27)

Malik bin Diinar mengatakan, “Tidak diterimanya amalan lebih kukhawatirkan daripada banyak beramal.”

Lalu apa kabar kita yang amalannya begitu sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita seakan begitu “pede” dan yakin dengan diterimanya amalan kita…


Disudut Rumah Allah, 13 Rajab 1440 H

Tinggalkan Balasan