Hukum Potong Rambut Bagi Wanita

0
218

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan :

“Hukum wanita memotong rambutnya: [1] sebagian ulama menganggapnya makruh, [2] sebagian yang lain menyatakan haram, [3] dan yang lain lagi berpendapat boleh. Maka selama permasalahannya diperselisihkan oleh ulama; kita harus merujuk pada Al Qur’an dan hadits dalam hal ini.

Dan sampai saat ini, aku tidak mengetahui adanya dalil yang menunjukkan hukum haram bagi wanita untuk memotong rambutnya. Sehingga hukum asalnya adalah boleh. Dan dikembalikan juga pada adat yang berlaku.

Dahulu, para wanita mengidamkan rambut yang panjang dan berbangga bila memilikinya. Mereka hanya potong bila saat ada keperluan syar’i atau memang saat perlu untuk dipotong. Namun pandangan semacam ini sudah berubah sekarang.

Pendapat yang mengatakan haram ialah pendapat yang lemah dan tidak memiliki dasar yang benar. Pendapat makruh pun mesti ditinjau dan diperiksa kembali. Sedangkan pendapat boleh ini lebih dekat pada kebenaran dan lebih sesuai dengan kaidah dan dasar-dasar syari’at.

Imam Muslim telah meriwayatkan hadits, bahwa istri-istri Rasulullah ﷺ memotong rambut mereka hingga seukuran -wafroh- setelah meninggalnya Nabi ﷺ.”
(Fatawa Nur ‘alad Darb, kaset no. 336)

Dua pendapat di kalangan ahli bahasa Arab tentang makna wafroh, ada yang mengatakan bahwa wafroh adalah ukuran rambut yang melewati bahu sedikit. Dan yang lain mengatakan, bahwa wafroh adalah ukuran rambut yang ujungnya sampai cuping telinga.

BENTUK POTONGAN RAMBUT YANG HARAM BAGI WANITA

Asy-Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah melanjutkan :

“Tapi jika dia potong hingga sangat pendek sampai seperti model rambut laki-laki; maka ini jelas haram. Karena Nabi Muhammad ﷺ melaknat wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.

Juga diharamkan apabila dia memotong rambut dengan model rambut wanita kafir atau pelacur; karena siapa yang menyerupai mereka dia termasuk golongan mereka.

Tapi jika dipotong biasa saja, yang tidak sampai seperti model rambut laki-laki, dan tidak juga serupa dengan rambut pelacur dan wanita-wanita kafir; yang demikian tidak masalah.” (Idem)

Rekaman suara beliau dengan Bahasa Arab bisa didengarkan melalui link berikut :

Dan catatan yang juga penting di sini ialah apabila dia telah memiliki suami; semestinya dia meminta izin terlebih dulu pada suaminya. Semoga bermanfaat.

📂 *Editor : Admin MNM
http://t.me/Mutiara_NasehatMuslimah

Tinggalkan Balasan