Adab Dan Etika Mengenakan Pakaian Berlafadz Allah

0
181

Adab Dan Etika Mengenakan Pakaian Berlafadz Allah

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan nama Alloh, segala puji bagi Alloh. Shalawat dan salam kepada Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wasallam. Amma ba’du.

Sehubung dengan adanya beberapa pertanyaan yang diajukan kepada kami mengenai HUKUM mengenakan pakaian yang padanya terdapat lafadz Alloh maka dengan keterbatasan ilmu, kami menghadirkan ulasan ini dengan tujuan menjawab pertanyaan tersebut in syaa Alloh.

Dalam syariat terdapat suatu kaidah yang menjadi landasan untuk menentukan hukum suatu ibadah ataupun muamalah, mengetahui kaidah adalah suatu perkara yang sangat penting dalam setiap masalah agama dan dengan kaidah tersebut diharapkan seorang muslim akan memiliki gambaran yang baik dalam menentukan hukum suatu permasalahan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa berpakaian adalah salah satu bentuk muamalah, berpakaian BUKANLAH BENTUK SEBUAH IBADAH. Dalam kaidah fiqih disebutkan perihal hukum asal suatu muamalah yaitu :

الأَصْلُ فِي الْأَشْيَاءِ الْإِبَاحَةُ

“Hukum asal dalam segala sesuatu (muamalah) adalah boleh (sampai ada dalil yang mengharamkan atau melarangnya)”

Berdasarkan kaidah tersebut maka kami berpendapat bahwa HUKUM ASAL mengenakan pakaian yang padanya ada lafadz Allah adalah boleh, karena tidak adanya dalil yang mengharamkan atau melarang akan hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman :

Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang Mengetahui. (QS. 7:32)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pun memiliki cincin yang padanya terdapat lafadz Allah berdasarkan hadits berikut, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

“Ukiran mata cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertuliskan: Muhammad [محمد] satu baris, Rasul [رسول] satu baris, dan Allah [الله] satu baris.” (HR. Turmudzi 1747, Ibn Hibban 1414, dan semakna dengan itu diriwayatkan oleh Bukhari 5872)

Namun, demi mengagungkan dan menghormati Lafdhul Jalalah, Islam melarang umatnya memakai perhiasan (dalam pembahasan ini pakaian) yang bertulisakan lafadz Alloh ketika hendak buang air (ke toilet). Seperti yang dilakukan oleh Rasululah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik R.A.

“Rasulullah selalu melepas cicin beliau ketika hendak masuk ketempat buang air besar maupun kecil, karena cincin beliau bertuliskan lafal “Muhammad Rasulullah”.

Oleh karena itu, diharapkan bagi pengguna pakaian yang berlafadz Alloh untuk memperhatikan adab dan etika dalam menggunakannya. Ada beberapa tips dari kami dalam menjaga adab dan etika ketika mengenakan pakaian yang berlafadz Alloh, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. TIDAK MENGENAKAN pakaian tersebut ketika masuk TOILET/WC, jika itu berupa sweater maka hendaknya ia lepas sebelum masuk TOILET/WC dan jika itu berupa kaos maka bisa dengan cara ditutupi bagian yang terdapat lafadz Alloh dengan mengenakan jas/sweater yang tidak terdapat lafadz Alloh.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Jika seseorang hendak masuk WC sedangkan dia membawa sesuatu yang padanya terdapat nama Allah, maka disunahkan baginya untuk meninggalkannya. Jika dia tetap membawanya, dan menjaganya agar tidak terjatuh atau memutar cincinnya ke bagian dalam telapak tangannya, maka hal itu tidak mengapa. Imam Ahmad berkata, ‘Adapun cincin (yang padanya terdapat nama Allah) hendaknya diputar ke bagian dalam telapak tangan, lalu dia masuk WC. Ikrimah berkata, “Balikkan ke bagian dalam telapak tangan dan genggamlah. Demikian dikatakan oleh Ishaq, dan dianggap rukhshah oleh Ibnu Musayyab, Al-Hasan dan Ibnu Sirin, 1/109. Imam Ahmad berkata tentang seseorang yang membawa dirham (uang yang biasanya tertera nama Allah), “Saya berharap hal itu tidak mengapa.” (Al-Mughni, 1/109)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Apa hukum masuk WC dengan membawa nama yang padanya terdapat nama Allah?”

Beliau menjawab, “Dibolehkan masuk WC dengan membawa kertas yang di dalamnya terdapat nama Allah, selama dia berada dalam kantong dan tidak tampak. Tapi tersembunyi dan tertutup.” (Fatawa Thaharah, 109)

2. Mengkhususkan atau memisahkan pakaian tersebut dari pakaian kotor lainnya.

3. Tidak mencucinya di kamar mandi atau WC.

4. Menjaganya agar tidak terjatuh ke bawah terkhusus ketika menjemurnya.

5. Tidak mengenakannya ketika kita hendak melakukan pekerjaan yang membuat pakaian kita kotor dan terkena najis.

Allahu a’lam Bisshowab!

Demikian penjelasan ringkas dari kami, semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca

Tinggalkan Balasan