Kenapa Mengikhlaskan Sangat Berat? Karena Kamu Mencintai Sebelum Saatnya

0
145

Kenapa Mengikhlaskan Sangat Berat? Karena Kamu Mencintai Sebelum Saatnya

Seseorang pernah bertanya dalam sulitnya dia melupakan, kenapa mengikhlaskan sangat berat? maka jawabannya adalah karena kamu mencintai sebelum saatnya.

Pacaran lalu kemudian putus, mungkin tidak jarang kita temui kisah yang demikian, hingga akhirnya berakhir dengan luka yang tidak kunjung sembuh.

Yang salah siapa, takdir? bukan, tapi karena kamu yang terlalu ceroboh menaruh harapan kepada dia yang dari awal sudah Allah wanti-wanti untuk jangan gegabah berhubungan sebelum masanya halal.

Jika Dulu Kamu Mendengarkan Aturan Allah, Maka Pasti Kamu Tidak Akan Pernah Sesakit Ini

Karena coba saja dari dulu kamu menindahkan dan mendengarkan aturan Allah, maka pasti kamu tidak akan pernah sesakit ini menjalani hari-harimu.

Jika dari awal kamu sudah tanggung menjaga hati, tidak mudah terlena denga buaian manisnya, maka sungguh kamu tidak akan pernah sesedih sekarang.

Jika Dulu Kamu Tidak Pernah Melanggar Jalan yang Allah Berikan, Maka Kamu Tidak Akan Seringkih Ini

Jika dulu kamu tidak pernah melanggar jalan atau rambu-rambu yang telah Allah berikan, maka pasti kamu tidak akan pernah merasa seringkih saat ini.

Kamu tidak akan pernah menyeru bahwa takdir sangatlah kejam, jika memang dari awal kamu telah bijaksana membentengi hatimu dengan rasa malu.

Jika Dulu Kamu Tidak Gegabah Memberikan Hati, Maka Kamu Tidak Pernah Sekecewa Ini

Jika dulu kamu tidak pernah gegabah dan mudah memberikan hati, maka pasti kamu tidak akan pernah sekecewa ini.

Jika dulu kamu tidak pernah ceroboh mengukir harapan kepada dia yang kamu harapkan menjadi jodohmu, maka pasti kamu tidak akan sesengsara saat ini menahan rasa kecewa.

Jika Dulu Kamu Mengendalikan Hatimu Dengan Bijak, Maka Kamu Tidak Akan Pernah Merasa Semenyesal Saat Ini

Jika dulu kamu telah mengendalikan hatimu dengan baik dan bijaksana, maka pasti kamu tidak akan pernah semenyesal saat ini dalam menjalani hidup.

Kamu tidak akan pernah berkata “aku menyesal pernah mengenalmu”, atau bahkan kamu tidak akan pernah mengalami yang namanya kegagalan dalam mejalin cinta.

Jika Dulu Kamu Tetap Menjaga Percayamu Kepada Allah, Maka Kamu Tidak Akan Pernah Sesulit Ini Dalam Menenangkan Hati

Intinya, jika memang dulu kamu tetap sanggup menjaga percayamu kepada Allah, tidak peduli seberapa banyak hati yang mendekat, maka pasti saat ini kamu tidak akan pernah sesulit ini menenangkan hatimu.

Kamu tidak akan pernah berkata bahwa kamu pernah terjebak dalam cinta yang salah, tatkala dari awal kamu telah dengan baik mendengarkan apa yang telah Allah perintahkan.

Tinggalkan Balasan