Usai dinonaktifkan sebagai dosen, Muslimah bercadar ini raih gelar doktor dengan predikat Cumlaude

0
309

Usai dinonaktifkan sebagai dosen, Muslimah bercadar ini raih gelar doktor dengan predikat Cumlaude

Nama Dr. Hayati Syafri, S.S,M.Pd menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir karena sikapnya yang menolak desakan otoritas kampus untuk menanggalkan cadar yang dia kenakan.

Walau harus menghadapi persoalan pelik karena memilih bercadar, Hayati bersyukur masih bisa menyelesaikan studi doktoralnya dengan biaya sendiri.

Muslimah bercadar ini, pada Jumat (16/03/2018) resmi menyandang gelar Doktor setelah menyelesaikan kuliah S3 di bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Padang dengan IPK 3,83 (predikat cum laude).

Sejak 2014, di tengah kesibukannya mengajar dan mengurus rumah tangga, ibu 8 anak ini tak menyerah untuk meneruskan kuliah di program doktoralnya. Bahkan selama masa pendidikan, ia sempat dua kali melahirkan. Namun itu semua tak menjadi penghalang.

Dia juga mengaku bangga akan desertasinya yang berjudul Developing Socio-Cultural Affective Strategy (SCAS) Model in Teaching Speaking. Disertasi itu menawarkan pembelajaran speaking yang mengintegrasikan adab, sikap, dan budaya lokal.

Usai menyandang gelar Doktor, Hayati ingin banyak berkiprah untuk keluarganya, masyarakat dan umat. Meski dinonaktifkan oleh IAIN Bukittinggi, dosen bercadar ini tak hilang semangat untuk mengajarkan ilmunya. Ia menjelaskan, dengan bekal pendidikan bahasa Inggris yang ia punya, peluang dakwah justru semakin luas dan terbuka lebar.

Diketahui, sejak Februari lalu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi memutuskan untuk menonaktifkan Hayati Safri sebagai dosen. Seluruh kegiatan akademiknya di kampus ditutup lantaran Hayati memutuskan bercadar.

Setelah melakukan shalat istikharah, Hayati tetap memilih untuk bercadar. Meskipun pihak kampus mengintimidasi dan memberikan sanksi kepadanya. Hayati teguh pada pendiriannya bahwa cadar merupakan salah satu sunnah dalam agama Islam.

Hayati berterus terang bahwa suami, anak-anak, dan keluarga besarnya serta teman-temannya yang memberikan kekuatan kepadanya untuk menghadapi seluruh rintangan.

Tinggalkan Balasan