Rusia dan Iran Restui Rezim Assad Untuk Melakukan Pembantaian di Ghouta Timur

0
54

Brussel – Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk menyebut Rusia dan Iran telah merestui rezim Assad untuk melakukan pembantaian di Ghouta Timur.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan informal para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Tusk mengatakan bahwa pemerintah Rusia dan Iran telah membiarkan kebrutalan yang dilakukan rezim Assad.

“Rezim Assad secara brutal menyerang pria, wanita dan anak-anak yang tidak bersalah. Para pendukungnya termasuk Rusia dan Iran hanya membiarkan ini terjadi,” katanya pada Jum’at (23/02).

Selanjutnya, Tusk mendesak Rusia-Iran untuk menghentikan serangan rezim Assad ke wilayah Ghouta Timur. Penguasa Suriah diminta memberikan akses bantuan bagi warga sipil.

“Kami mendesak mereka untuk menghentikan kekerasan ini. Uni Eropa meminta gencatan senjata segera, dan untuk memberikan akses kemanusiaan yang mendesak untuk perlindungan warga sipil,” ungkapnya.

Perlu diketahui, pernyataan ini muncul setelah adanya pembantaian yang dilakukan rezim Assad di Ghouta Timur selama enam hari. Sampai saat ini, Observatorium HAM Suriah melaporkan bahwa korban tewas telah mencapai angka 400 orang dan 2.100 lainnya mengalami luka-luka.

Meski situasi di Suriah begitu pemprihatinkan, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia tetap mengatakan bahwa Rusia tidak akan mendukung sebuah proposal gencatan senjata PBB. Dia menyebut gencatan senjata itu “tidak realistis”.

Tinggalkan Balasan