Para Pemimpin Dunia Muslim Menolak Tegas Keputusan Trump Atas Kota Jerusalem

0
123

Para Pemimpin Dunia Muslim Menolak Tegas Keputusan Trump Atas Kota Jerusalem

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang tengah menyelenggarakan KTT saat ini di Istanbul Turki, Rabu, (13/12/17) mengatakan bahwa dengan menolak tegas keputusan sepihak Amerika Serikat yang menyatakan kota Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Sekretaris Jenderal OKI, Sheikh Yousef al-Othaimeen dalam sambutan pembukaan KTT OKI mendesak para pemimpin Muslim untuk bekerja sama memberikan tanggapan yang tepat dan solusi-solusi yang akan diambil terhadap langkah Trump tersebut.

“OKI menolak dan mengutuk keputusan Amerika. Ini adalah pelanggaran hukum internasional dan ini adalah provokasi perasaan Muslim di dunia. Keputusan AS ini akan menciptakan situasi ketidakstabilan di wilayah ini dan di dunia,” ungkap Sheikh Yousef al-Othaimeen, seperti dilansir dari Al Jazeera.

Berbicara sebelum al- Othaimeen, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa AS telah “mendiskualifikasi” dirinya dari perundingan damai Israel-Palestina di masa depan setelah membuktikan posisinya mendukung Israel secara sepihak”.

“Kami tidak akan menerima peran apapun bagi Amerika Serikat dalam proses perdamaian, mereka telah membuktikan dukungan penuh mereka untuk Israel. Jerusalem telah dan akan selalu menjadi ibu kota Palestina,” tegas Abbas.

Berbicara pada pertemuan tersebut, Presiden Erdogan menyebut Israel sebagai “negara yang ketakutan” dan mengatakan bahwa pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibukota Israel telah ditegur oleh masyarakat internasional.

“Ini tidak sah dan kosong … kecuali Israel, tidak ada negara di dunia yang mendukung [keputusan ini]. Siapa pun yang berjalan beberapa menit di jalan-jalan di Jerusalem akan mengenali kota ini milik siapa,” ungkap Erdogan.

Langkah Trump telah memicu gelombang protes dari Asia, Timur Tengah, hingga ke Afrika Utara, dengan puluhan ribu orang turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir untuk mengutuk Trump atas keputusannya. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

Tinggalkan Balasan