Akankah Erdogan Bakal Memutus Hubungan Diplomatik dengan Israel?

0
76

Akankah Erdogan Bakal Memutus Hubungan Diplomatik dengan Israel?

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pertemuan puncak para pemimpin Muslim akan menandai “titik balik” dalam menanggapi sebuah keputusan AS yang menyatakan bahwa Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Sebagai seorang pendukung kuat perjuangan Palestina, Presiden Erdogan mengadakan pertemuan luar biasa Rabu ini di kota terbesar di Turki, Istanbul, di bawah naungan Organisasi Kerjasama Islam.

Presiden Erdogan telah mengancam untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel mengenai isu Jerusalem, dan menyatakan bahwa status kota itu adalah “harga mati” bagi umat Islam. Pusat-pusat kekuatan sejarah di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Mesir, juga telah mengecam langkah sepihak Presiden AS Donald Trump.

Naftali Bennett, menteri pendidikan Israel ketika menanggapi pidato pemimpin Turki tersebut menyampaikan sindiran kepada Erdogan. “Sayangnya, Erdogan sampai saat ini belum membuktikan pernyataannya tersebut di mana dia mengancam akan melakukan pemutusan hubungan dengan Israel, “jika perlu”.

Namun disisi lain, Erdogan juga telah mempelopori upaya untuk menormalkan hubungan antara Turki dan Israel dalam setahun terakhir.

‘Bermitra dalam pertumpahan darah’

Dalam sebuah pidato pada hari Senin di ibukota Turki, Ankara, Erdogan mengatakan bahwa keputusan Trump telah membuat Washington terlibat dalam kekerasan.

“Orang-orang yang membuat Jerusalem menjadi penjara bagi umat Islam dan anggota agama lain tidak akan pernah bisa membersihkan darah dari tangan mereka,” ungkap Erdogan.

“Dengan keputusan mereka untuk mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel, Amerika Serikat telah menjadi mitra dalam pertumpahan darah ini,” tambahnya, mencatat bahwa dia tidak menganggap keputusan Trump mengikat.

Turki, bagaimanapun, adalah sekutu AS. Mereka bergabung dalam NATO pada tahun 1952.

Hubungan Israel-Turki

Hubungan Israel-Turki dipulihkan pada 2016. Israel dan Turki mengumumkan pada bulan Juni 2016 bahwa mereka akan menormalisasi hubungan setelah bertahun-tahun pecah.

Kesepakatan bersama pada 2017. Israel dan Turki sepakat untuk membangun jaringan pipa bawah air yang menghubungkan lapangan gas luar negeri Nigeria yang luar biasa ke Turki, kantor berita Reuters melaporkan pada bulan Maret. Bersama Israel, Turki bisa membangun jaringan pipa tersebut dalam waktu empat tahun, menurut salah satu mitra dalam proyek tersebut.

Israel telah melakukan beberapa kesepakatan ekspor regional dengan Turki untuk cadangan gas yang baru ditemukan dan bergerak maju dengan rencana pembangunan sejak membuat keputusan investasi akhir $ 3,75 miliar.

Membantu memadamkan api. Pada bulan November 2016, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Turki karena telah mengirim pesawat khusus untuk membantu memadamkan serangkaian kebakaran hutan yang melanda beberapa bagian negara tersebut.

Turki adalah satu-satunya negara dari Timur Tengah untuk memberikan bantuan semacam itu kepada Israel. Yunani, Kroasia, Italia, Siprus dan Rusia juga menawarkan untuk membantu memadamkan api.

Tinggalkan Balasan