Pangeran Arab Saudi Membeli Lukisan Leonardo da Vinci Seharga 450 Juta Dollar?!

0
107

Pangeran Arab Saudi Membeli Lukisan Leonardo da Vinci Seharga 450 Juta Dollar?!

Salah seorang pangeran di Arab Saudi, Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud, diberitakan telah membeli sebuah lukisan karya Leonardo da Vinci “Salvator Mundi.”

Berita viral dan banyak dialibahasakan oleh beberapa portal berita berbahasa Arab ini, bersumber dari dua media kenamaan, New York Times dan Daily Mail. Sebagaimana diketahui, kedua media tersebut berpusat di Amerika dan Inggris.

Dalam video di laman berita online NYT (6/12) yang berjudul “Mystery Buyer of $450 Million ‘Salvator Mundi’ Was a Saudi Prince,” seorang pembawa acara pada jual beli lelang, hanya mengatakan bahwa lukisan tersebut terjual sebesar 450 juta Dollar, tidak menyebutkan siapa pembelinya.

Laporan berita NYT di atas berdasarkan dokumen yang direview-nya, dengan kesimpulan pembelinya adalah Pangeran Bader Farhan Al-Saud, salah seorang pangeran Arab Saudi sekaligus sarjana Hukum dan Ilmu Politik dari King Saud University yang tidak memiliki rekam jejak sebagai kolektor barang seni.

Uniknya, seorang pengguna Face Book (FB) langsung bersemangat menyebar berita di atas, sebagaimana yang tampak di linimasa FB-nya di bawah ini.

Setelah tersebar berita tersebut, Pangeran Badr bin Abdullah Al-Farhan Al-Saud mengungkapkan keterkejutannya atas laporan yang diterbitkan oleh The New York Times. Pangeran Badr mengatakan bahwa laporan tersebut berisi banyak informasi yang aneh dan tidak akurat.

“Saya tidak berminat untuk menanggapi berita tersebut, sebagaimana saya ketahui dan rakyat Saudi sepakat mana media yang selalu memusuhi untuk menyebarkan hoax.” sambungnya.

Berita yang berimbang ditampilkan oleh Eremnews yang membuat judul “Apakah Pangeran Saudi Membeli lukisan da Vinci untuk Museum Lauvre Abu Dhabi?” Media ini juga mengutip pernyataan Bader sebagaiamana yang dikutip di portal Etishodiyah.

Berita terbaru dari Eremnews (8/12), bahwa pembeli lukisan tersebut adalah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi untuk dipamerkan di Museum Louvre-Abu Dhabi. Pihak museum awalnya memang tidak mengiformasikan secara terbuka pembeli lukisan tersebut, yang membuat spekulasi dan tuduhan “dusta dan menggelikan” kepada salah seorang pangeran di Arab Saudi.

Tinggalkan Balasan