Masjidil Aqsha di Pecahan Uang 50 Reyal Saudi

0
128

Masjidil Aqsha di Pecahan Uang 50 Reyal Saudi

Pecahan 50 riyal Mata uang Arab Saudi dari dahulu selalu menggambarkan Masjidil Aqsha, dari tahun ke tahun, meskipun berganti raja-rajanya.

Setiap khutbah Jumat, Al Aqsha selalu di doakan di Al-Haramain, bahkan di masjid-masjid jami’ di seantero Arab Saudi.

Jutaan dollar pun dikucurkan untuk membantu perekonomian Palestina, setiap tahunnya 100 orang dari keluarga Syuhada Palestina dihajikan gratis, dijemput bis khusus dari Arab Saudi.

Raja Salman bin Abdulaziz adalah pemimpin negara yang pertama kali memperingatkan Trump agar menarik ucapannya tentang Al Quds sebagai ibukota Yahudi.

Inilah sebaik baik diplomasi yang bisa dilakukan pemimpin negara muslim.

Dan sudah tidak asing lagi, warga Palestina yang berada di Arab Saudi baik yang bekerja maupun dalam rangka menuntut ilmu, sudah tidak terhitung lagi.

Dosen mahasiswa di Universitas Islam Madinah, juga berasal dari Palestina, sebagaimana mahasiswanya.

Tapi anehnya, di media “hizbiyah,” gemar sekali mengidentikkan penjajahan Yahudi ke Arab Saudi.

Padahal tidak ada seorang Yahudi pun di tanah Saudi, apalagi kantor kedutaan mereka.

Tapi masih saja dikait-kaitkan.

Demi Allah, semua orang Palestina yang saya temui di sini berbicara baik tentang Arab Saudi.

Bahkan teman saya yang seorang Palestina mengatakan, bahwa dakwah sunnah sangat diperlukan di Palestina.

Mengingat banyak sekali aliran, sekte dan kelompok ekstrim, bahkan sesama mujahidin ada yang berseteru di dalam payung yang sama.

Dia juga bercerita, banyak yang tidak shalat dan puasa ketika berdemo melawan Yahudi, walhasil dia ber‘azam untuk menuntut ilmu dan berdakwah kembali untuk rakyat Palestina tercinta.

Itu sebatas yang saya dengar sendiri melalui telinga ini.

Oleh sebab itu, kalau kita ingin kembali agar Al Aqsha kembali ke pangkuan kaum Muslimin, hendaknya:

Kembali berdakwah tauhidullah

Semarakkan ilmu dan sunnah

Jauhi mengikuti kelompok kelompok apapun itu

Ajak masyarakat sekitar agar meramaikan shalat shubuh seperti ramainya berdemo

Jauhi syirik, karena dia adalah kanker dari kejayaan

Bersabar atas hal hal di atas, karena Rasulullah pun memerlukan waktu dan perjuangan yang tidak sebentar sehingga semakin lamanya waktu bersabar kita maka akan menghasilkan permata yang tak ternilai harganya.

Terakhir, saya mengajak pembaca sekalian agar berdoa, khususnya di waktu-waktu yang mustajab, semoga Allah membebaskan Al Aqsha dari tangan tangan kaum yang zhalim

Tinggalkan Balasan