KIRIM PAHALA UNTUK MAYIT SAMPAIKAH

0
117

_Seri Fiqih Ibadah_

๐Ÿ“š*โ€œKIRIM PAHALA UNTUK MAYIT SAMPAIKAH โ“โ€*

Sebagian mengatakan bahwa kirim pahala bacaan Al Qurโ€™an itu bermanfaat bagi mayit, maka akhirnya dibuatlah ritual selamatan.

Sebagian lagi mengatakan bahwa bacaan seperti itu tidak bermanfaat, tidak sampai pada mayit karena ini adalah perkara ghoib dan masuk dalam perkara ibadah sehingga harus butuh dalil untuk menunjukkan sampainya.

Tulisan kali ini akan mengupas permasalahan kirim pahala pada mayit.

๐Ÿ“Œ *Perselisihan Ulama dalam Masalah Kirim Pahala.*

Para ulama berselisih pendapat mengenai boleh atau tidaknya kirim pahala pada mayit, apakah sampai ataukah tidak. Ada dua pendapat dalam masalah ini.

๐Ÿ’ *Pendapat pertama:*

_โ€œSetiap amalan sholih yang dihadiahkan untuk mayit, maka pahalanya akan sampaiโ€._

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Contohnya: *Kirim pahala bacaan Al Qurโ€™an, puasa, shalat dan ibadah lainnya.*

๐Ÿ’ *Pendapat kedua:*

_โ€œSetiap amalan sholih yang dihadiahkan untuk mayit itu sampai, *namun yang hanya berdasarkan dalil.*โ€_[1] Pendapat kedua ini menjadi pendapat ulama Syafiโ€™iyah.

โœ… Pendapat kedua, itulah yang lebih tepat.

Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ุฅู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ุง ู…ูŽุง ุณูŽุนูŽู‰

*โ€œDan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.โ€*
๐Ÿ“– _(QS. An Najm: 39)._

Begitu pula dalil lain yang mendukung adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ูˆูŽุนูู„ู’ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏู ุตูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู

_โ€œJika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): *sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doโ€™a anak yang sholehโ€.*_
๐Ÿ“š (HR. Muslim no. 1631).

๐Ÿ“Œ *Renungan bagi Syafiโ€™iyah.*

Salah seorang ulama Syafiโ€™i, Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai firman Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ุฅู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ุง ู…ูŽุง ุณูŽุนูŽู‰

*โ€œDan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannyaโ€,*

ูˆู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุขูŠุฉ ุงุณุชู†ุจุท ุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ ุฃู† ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ ู„ุง ูŠุตู„ ุฅู‡ุฏุงุก ุซูˆุงุจู‡ุง ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ูˆุชู‰ ุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ู…ู† ุนู…ู„ู‡ู… ูˆู„ุง ูƒุณุจู‡ู… ุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ู„ู… ูŠู†ุฏุจ ุฅู„ูŠู‡ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู…ุชู‡ ูˆู„ุง ุญุซู‡ู… ุนู„ูŠู‡ุŒ ูˆู„ุง ุฃุฑุดุฏู‡ู… ุฅู„ูŠู‡ ุจู†ุต ูˆู„ุง ุฅูŠู…ุงุก ุŒ ูˆู„ู… ูŠู†ู‚ู„ ุนู† ุฃุญุฏ ู…ู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุŒ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุฎูŠุฑุงู‹ ู„ุณุจู‚ูˆู†ุง ุฅู„ูŠู‡ ูˆุจุงุจ ุงู„ู‚ุฑุจุงุช ูŠู‚ุชุตุฑ ููŠู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุตูˆุต ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชุตุฑู ููŠู‡ ุจุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุฃู‚ูŠุณุฉ ูˆุงู„ุขุฑุงุก ุŒ ูุฃู…ุง ุงู„ุฏุนุงุก ูˆุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุŒ ูุฐุงูƒ ู…ุฌู…ุน ุนู„ู‰ ูˆุตูˆู„ู‡ุง ูˆู…ู†ุตูˆุตูŒ ู…ู† ุงู„ุดุงุฑุน ุนู„ูŠู‡ุง

Dari ayat ini Imam Syafiโ€™i dan ulama Syafiโ€™iyah berpendapat bahwa _โ€œbacaan Qurโ€™an *tidak sampai pahalanya pada mayit karena bacaan tersebut bukan amalan si mayit dan bukan usahanya.* Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya dan tidak memotivasi mereka untuk melakukan hal tersebut. Tidak ada nash (dalil) dan tidak ada bukti otentik yang memuat anjuran tersebut. Begitu pula tidak ada seorang sahabat Nabi -radhiyallahu โ€˜anhum- pun yang menukilkan ajaran tersebut pada kita. Law kaana khoiron la-sabaquna ilaih (Jika amalan tersebut baik, tentu para sahabat lebih dahulu melakukannya). Dalam masalah ibadah (qurobat) hanya terbatas pada dalil, tidak bisa dipakai analogi dan qiyas. Adapun amalan doโ€™a dan sedekah, maka para ulama sepakat akan sampainya (bermanfaatnya) amalan tersebut dan didukung pula dengan dalilโ€._
๐Ÿ”Ž๐Ÿ“– (Lihat Tafsir Al Qurโ€™an Al โ€˜Azhim karya Ibnu Katsir, 13: 279).

Semoga Allah memberi hidayah dan taufik untuk beramal sholih sesuai tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

****

Diselesaikan selepas shalat Zhuhur, @ Riyadh-KSA, 9 Rabiโ€™ul Akhir 1434 H

[1] Disebutkan oleh Syaikh Sholih Al Munajjid di Fatawa Al Islam Sual wal Jawab.

๐ŸŒ rumaysho.com
_______________

โ™ป Republished by :
๐ŸŒบ *Group Mar’atus Sholihah (Wanita Sholihah)* – _Dakwah Untuk Umat diatas Manhaj Salaf_ ๐Ÿ’

Tinggalkan Balasan