KIRIM PAHALA UNTUK MAYIT SAMPAIKAH

0
79

_Seri Fiqih Ibadah_

📚*“KIRIM PAHALA UNTUK MAYIT SAMPAIKAH ❓”*

Sebagian mengatakan bahwa kirim pahala bacaan Al Qur’an itu bermanfaat bagi mayit, maka akhirnya dibuatlah ritual selamatan.

Sebagian lagi mengatakan bahwa bacaan seperti itu tidak bermanfaat, tidak sampai pada mayit karena ini adalah perkara ghoib dan masuk dalam perkara ibadah sehingga harus butuh dalil untuk menunjukkan sampainya.

Tulisan kali ini akan mengupas permasalahan kirim pahala pada mayit.

📌 *Perselisihan Ulama dalam Masalah Kirim Pahala.*

Para ulama berselisih pendapat mengenai boleh atau tidaknya kirim pahala pada mayit, apakah sampai ataukah tidak. Ada dua pendapat dalam masalah ini.

💐 *Pendapat pertama:*

_“Setiap amalan sholih yang dihadiahkan untuk mayit, maka pahalanya akan sampai”._

👉🏻 Contohnya: *Kirim pahala bacaan Al Qur’an, puasa, shalat dan ibadah lainnya.*

💐 *Pendapat kedua:*

_“Setiap amalan sholih yang dihadiahkan untuk mayit itu sampai, *namun yang hanya berdasarkan dalil.*”_[1] Pendapat kedua ini menjadi pendapat ulama Syafi’iyah.

✅ Pendapat kedua, itulah yang lebih tepat.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

*“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”*
📖 _(QS. An Najm: 39)._

Begitu pula dalil lain yang mendukung adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

_“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): *sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”.*_
📚 (HR. Muslim no. 1631).

📌 *Renungan bagi Syafi’iyah.*

Salah seorang ulama Syafi’i, Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai firman Allah Ta’ala,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

*“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”,*

ومن هذه الآية استنبط الشافعي ومن تبعه أن القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى ؛ لأنه ليس من عملهم ولا كسبهم ، ولهذا لم يندب إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم أمته ولا حثهم عليه، ولا أرشدهم إليه بنص ولا إيماء ، ولم ينقل عن أحد من الصحابة رضي الله عنهم ، ولو كان خيراً لسبقونا إليه وباب القربات يقتصر فيه على النصوص ، ولا يتصرف فيه بأنواع الأقيسة والآراء ، فأما الدعاء والصدقة ، فذاك مجمع على وصولها ومنصوصٌ من الشارع عليها

Dari ayat ini Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa _“bacaan Qur’an *tidak sampai pahalanya pada mayit karena bacaan tersebut bukan amalan si mayit dan bukan usahanya.* Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya dan tidak memotivasi mereka untuk melakukan hal tersebut. Tidak ada nash (dalil) dan tidak ada bukti otentik yang memuat anjuran tersebut. Begitu pula tidak ada seorang sahabat Nabi -radhiyallahu ‘anhum- pun yang menukilkan ajaran tersebut pada kita. Law kaana khoiron la-sabaquna ilaih (Jika amalan tersebut baik, tentu para sahabat lebih dahulu melakukannya). Dalam masalah ibadah (qurobat) hanya terbatas pada dalil, tidak bisa dipakai analogi dan qiyas. Adapun amalan do’a dan sedekah, maka para ulama sepakat akan sampainya (bermanfaatnya) amalan tersebut dan didukung pula dengan dalil”._
🔎📖 (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, 13: 279).

Semoga Allah memberi hidayah dan taufik untuk beramal sholih sesuai tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

****

Diselesaikan selepas shalat Zhuhur, @ Riyadh-KSA, 9 Rabi’ul Akhir 1434 H

[1] Disebutkan oleh Syaikh Sholih Al Munajjid di Fatawa Al Islam Sual wal Jawab.

🌐 rumaysho.com
_______________

♻ Republished by :
🌺 *Group Mar’atus Sholihah (Wanita Sholihah)* – _Dakwah Untuk Umat diatas Manhaj Salaf_ 💐

Tinggalkan Balasan