Kebohongan Sang Motivator

0
271

Kebohongan Sang Motivator

“Sebagian orang mencari kekayaan dengan cara memungut uang dari orang lain untuk alasan training bagaimana menjadi orang kaya.

Tanpa disadari sebenarnya sang trainer menjadi kaya dengan uang yang mereka berikan sebagai harga dari mimpi-mimpi kosong yang disampaikan sang trainer.

Coba kalian cermati, kebanyakan mereka lelah diperbudak dunia. Materinya selalu tentang uang, tentang pengembangan usaha ini dan usaha itu. Sangat jarang ada diantara mereka yang berbicara tentang peningkatan amal soleh, tentang bagaimana meningkatkan saldo kebajikan sebagai bekal masa depan (Akhirat).

Anda tak perlu heran, prinsipnya saja “waktu adalah uang”.

Katakan saja motivator sifulan, adalah seorang entrepreneur muda yang sukses menjalankan usahanya dengan jatuh bangunnya dari nol (walaupun masih disangsikan kebenarannya) merintis usaha sampai berhasil lalu tiba-tiba diliput media sehingga diangkatlah menjadi sebuah buku best seller dan “Boom” sekarang semua orang tahu siapa sifulan yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi sosok publik figur yang luar biasa (from nothing to something).

Tentunya sang motivator tersebut tidak mau kehilangan momentum saat semua mata sedang tertuju padanya, maka dibuatlah seminar “Cara Menghasilkan 50 Milyar Rupiah dalam Setahun” atau buku yang berjudul “Membeli Properti tanpa Uang”atau yang lebih ekstrim lagi mereka akan mengadakan acara “Pasti Sukses bersama sifulan”. Mereka-mereka yang sedang putus asa dan depresi atau berharap dapat mengubah hidup mereka menjadi cepat kaya tentu akan menghadiri semua seminar motivator sifulan, segala jenis buku yang ditulis oleh sifulan akan dibeli, dan mengikuti berbagai program yang diadakan oleh motivator.

Terihat seperti mimpi bukan? Tunggu sebentar, ini semua masih belum berakhir, mari lebih jauh bermimpi…

Dengan larisnya tiket penjualan seminar dan buku tersebut, tentunya menambah pundi-pundi finansial team sukses motivator yang dengannya akan memperlancar perjalanan “Mimpi”berikutnya dan sang motivator“Sukses” membuat dirinya menjadi semakin “kaya” (atau sebelumnya memang sudah kaya atau baru saja kaya karena penjualan buku/tiket seminar).

Mereka sangat paham bahwa masyarakat sangat gelisah dengan masa depan mereka dan ingin mencapai kesuksesan (dengan mudah) dan akan sangat menjanjikan jika ada seseorang yang datang menjual mimpi kepada mereka dan “Boom” seperti sukses yang datang dengan sendirinya.

Lalu terbentuklah sebuah team/kumpulan orang-orang super sukses, kaya, elegan, dan berjiwa motivator (dadakan) yang menghampiri rakyat biasa yang tidak berdaya, mereka akan menawarkan bantuan dengan cuma-cuma, dan menjanjikan bahwa jika bersedia mengikuti mereka maka kesuksesan akan ada didepan mata.

Andai mereka membaca sirah para sahabat, tentang bagaimana sahabat bekerja dengan tetap menjaga hak-hak Allah.

Tidak sedikit sahabat nabi yang kaya raya. Tapi tidak semata kaya harta, namun juga kaya hati.

Mereka menjadikan kekayaan sebagai sarana untuk meraih prestasi terbaik akhirat. Mereka mencari kekayaan agar bisa menunaikan syariat zakat, sedekah dll. Raga mereka bekerja, namun hati mereka selalu merindukan kebersamaan dengan Allah.

Tak heran bila azan berkumandang mereka segera menghentikan aktifitas masing-masing.

Merekalah yang Allah maksud dalam firman-Nya:

“Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan, dan tidak (pula) oleh jual beli, atau aktivitas apapun dan mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.”

(Q.S. An Nuur: 36-37)”

Jauh berbeda dengan pemburu dunia saat ini, belum kaya sudah berani membangkan kepada Sang Maha Pemberi rezeki. Azan berkumandang training dan seminar malah jalan terus, mereka justru teriak-teriak bahwa semua orang bisa sukses.

Tidak ada maksud untuk berpikiran negatif tentang motivator, tapi semoga kita mendapatkan makna yang tersirat dalam artikel ini, “tidak semua motivator adalah motivator”.

Rasulullullah adalah manusia terbaik dimuka bumi ini yang selayaknya kita bisa contoh sebagai motivator dunia dan akhirat dan kita bisa terapkan langsung dalam kehidupan kita sehari hari .

Jadi, carilah ilmu yang betul-betul mengajari kita dan menunjukan jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

(Faidah saat mata kuliah Fiqih dengan kajian Zakat)

Ustadz Aan Chandra Thalib

Tinggalkan Balasan