Ukuran Adil Bagi Suami Yang Poligami

0
288

Ukuran Adil Bagi Suami Yang Poligami

بسم الله الرحمن الرحيم

? Barakallahu fiikum

Berikut ada pertanyaan tentang ukuran adil bagi seorang yang mempunyai dua isteri.

Dan pertanyaan ini telah dijawab oleh Syaikh Ali Salimin al Katsiri hafizhahullah pengajar Al Muwaththo di UAE

Pertanyaan : Berbuat adil, di sini, ukurannya apa…? Misalnya, isteri pertama usia sudah 45 tahun, istri kedua usia 34 tahun, suami bekerja di luar negeri, dan istri kedua diajak menetap di luar negeri karena anak-anaknya masih kecil-kecil, sedangkan isteri pertama karena anak-anaknya sudah dewasa ditinggal di indonesia, dan dikunjungi tiap 3 sd 4 bulan sekali. Apakah ini termasuk adil?

Jawaban dari Syaikh Ali Salimin al Katsiri hafizhahullah. ..

1⃣ Apakah isteri yang pertama ridha atas keputusan itu? Kalau ridha maka selesai masalah.

2⃣ Yang ideal adalah hendaknya ia membawa kedua keluarganya ke luar negeri. Kalau memang tidak mampu maka dia harus meminta kepada kedua isterinya untuk melakukan undian dimana undian itu berlaku untuk waktu yang telah ditentukan.

Sekiranya waktu sudah selesai sebagaimana yang telah disepakati maka hendaknya melakukan undian itu lagi.

Dan hal itu sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada ummahatul Mukminin radhiyallahu anhuma

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ وَكَانَ يَقْسِمُ لِكُلِّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا غَيْرَ أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا لِعَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبْتَغِي بِذَلِكَ رِضَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak mengadakan suatu perjalanan, Beliau melakukan undian siapa diantara isteri-isteri Beliau yang keluar namanya untuk turut serta bersama Beliau. Dan juga Beliau selalu menggilir isteri-isteri Beliau untuk setiap hari dan malamnya kecuali Saudah binti Zam’ah yang dia telah menghibahkan jatah giliran hari dan malamnya kepada ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan tujuan mencari ridha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. [HR. Al-Bukhari no 2593, Abu Dawud no. 2138]

Demikian jawaban Syaikh Ali Salimin al Katsiri hafizhahullah pengajar Al Muwaththo di UAE. ..

Semoga Bermanfaat

Tinggalkan Balasan