Keutamaan Sunnah Nabi – Sholat Sunnah 2 rakaat Qabliyah Subuh

0
1026

Kita sebagai kaum muslimin memilki suri tauladan yaitu nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam, dan tentunya kita sebagai ummatnya yang mencintai beliau sholallahu a’laihi wa sallam akan senantiasa berusaha mengikuti sunnahnya.

Berikut ini penjelasan tentang “Sholat Sunnah 2 rakaat Qabliyah Subuh”

– Sholat sunnah ini merupakan sholat yang sangat dijaga (untuk dilaksakan) dibandingkan sholat sunnah yang lainnya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْر

” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah subuh.” ( HR Bukhari & Muslim )

Sholat sunnah 2 rakaat qabliyah subuh bisa dilaksanakan setelah adzan ( Masuk waktu sholat subuh, yaitu ketika terbitnya fajar shodiq )

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

“ Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat shalat subuh.”( HR. Bukhari )

– Keutamaan Sholat sunnah 2 rakaat Qabliyah Subuh

Sholat sunnah ini merupakan sholat yang memiliki keutamaan yang sangat luar biasa, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“ 2 rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”( HR. Muslim ).

– Dianjurkan untuk melaksanakannya dengan 2 rakaat yang ringan ( Tidak memanjangkan bacaan), berdasarkan hadits :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

” Dari Ibnu Umar, beliau berkata bahwasanya Hafshah Ummul Mukminin telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan adzan untuk shalat subuh dan telah masuk waktu subuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dengan ringan sebelum melaksanakan shalat subuh.( HR Bukhari ).

Dan juga berdasarkan hadits :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

“ Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamat shalat subuh.”( HR. Bukhari )

Hadits ini juga menjelaskan bahwa sholat ini disunnahkan untuk dilaksanakan diantara adzan & iqamat.

– Anjuran lainnya adalah untuk melasakan sholat sunnah ini ( Dan sholat sunnah lainnya secara umum) di rumah, berdasarkan hadits :

اجْعَلُوا فِى بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ ، وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah shalat (sunnah) kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.” ( HR. Bukhari )

Dan juga hadist lainnya, nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sebaik – baiknya sholat seseorang adalah di rumahnya, kecuali sholat wajib.” ( HR Ahmad & Bukhari )

Bagaimana Jika bangun terlambat dan belum melaksanakan sholat sunnah ini ?

Disyariatkan bagi yang belum melaksakan sholat sunnah 2 rakaat qabliyah untuk mengerjakannya saat :

– Setelah sholat fardhu subuh, berdasarkan hadits :

عَنْ قَيْسِ بْنِ قَهْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ؛ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الصُّبْحَ ، وَلَمْ يَكُنْ رَكَعَ رَكْعَتَي الْفَجْرِ ، فَلَمَّا سَلَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ؛ سَلَّمَ مَعَهُ ، ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَي الْفَجْرِ ، وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ ، فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيْهِ

” Dari Qais bin Qahd radhiyallahu’anhu, bahwasanya ia shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan belum melakukan shalat sunnah 2 rakaat qabliyah subuh. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah salam maka ia pun salam bersama beliau, kemudian ia bangkit dan melakukan shalat 2 rakaat qabliyah subuh, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat perbuatan tersebut dan tidak mengingkarinya (Diboehkan). ( HR Tirmidzi )

– Setelah terbitnya matahari berdasarkan hadits dari Abu Hurairah rahidyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَي الْفَجْرِ ؛ فَلْيُصَلِّهُمَا بَعْدَ مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ

“ Barangsiapa yang belum shalat sunnah 2 rakaat qabliyah subuh maka hendaknya melakukannya setelah terbit matahari”. ( HR. At Tirmidzi )

Hendaknya kita bersemangat untuk menjaga (tidak meninggalkan) amalan sunnah yang ringan ini, karena Allah mencintai amalan yang terus menerus dikerjakan.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinyu, walaupun sedikit.” ( HR. Muslim )

Sumber refrensi

Tinggalkan Balasan