Negriku yang Kaya Raya namun belum Sejahtera

0
109

Negriku yang Kaya Raya namun belum Sejahtera

Ketika saya melakukan perjalanan, saya melihat banyak banyak sekali sawah yang penuh ditanami padi, yang merupakan awal dari sumber makanan pokok di Indonesia. Jika diperhatikan lebih luas, Indonesia merupakan negri yang sangat subur. Banyak sekali jenis buah & sayuran yang tumbuh, diantara komoditi utamanya adalah padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, singkong (dan lainnya), buah jeruk, mangga, pisang (dan lainnya), juga ada karet, sawit, tembakau, kapas, kopi tebu dan masih banyak sekali yang lainnya.

Kemudian saya teringat Kerajaan Saudi Arabia yang keadaannya bisa dikatakan berbeda 180 derajat. Disana merupakan negri yang kering, bisa dikatakan bahwa disana tanaman yang dapat tumbuh dengan baik masih bisa dihitung dengan jari, dan komoditi utamanya mungkin hanya dari tanaman kurma & zaitun.

Jika dilihat lebih lanjut, Indonesia punya banyak kekayaan yang dihasilkan dari dalam Buminya, seperti minyak & gas Bumi, batu bara, bijih besi, marmer, nikel bahkan Indonesia juga punya emas di dalam Buminya.

Jika dibandingkan KSA (Kerajaan Saudi Arabia), Indonesia jauh lebih unggul, karena KSA hanya punya minyak sebagai penghasilan dari dalam Bumi.

Indonesia juga punya kekayaan fauna (hewan) yang luar biasa, baik dari segi peternakan & perikanan, serta Indonesiapun punya hewan yang unik & langka. Indonesia juga punya wilayah laut yang sangat luas lagi indah. Banyak jenis hewan & tumbuhan laut yang sangat banyak yang tentukan sangat berharga.

Jika mengingat KSA kembali, disana mungkin hanya ada unta, sapi, domba dan kawan sejenisnya, serta disana tidak ada wilayah laut.

Jika diperhatikan secara logika, seharusnya Indonesia ini adalah negri yang aman & sejahtera, mengingat kekayaan sumber daya alamnya yang luar biasa melimpah ruah. Namun sayang seribu sayang kenyataannya belum bisa aman & sejahtera. Namun kenapa KSA yang sumber daya alamnya sangat minim bisa menjadi negri yang aman & sejahtera ?

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [ Quran surah al ‘Araf (7) ayat 96 ]

Memang kita memiliki keyakaan alam yang melimpah ruah, namun apakah semua itu menjadi berkah bagi kita atau malah menjadi fitnah (cobaan kesulitan) dunia ? Jika lihat keimanan & ketakwaan Indonesia dengan Kerjaaan Saudi Arabia, tauhid di negri kita tercinta ini masih perlu diperbaiki lagi (mengingat banyak sekali kesyirikan & keyakinan menyimpang di Indonesia).

Mungkin banyak diantara kita yang berfikir, “Pertanian bisa memperbaiki keadaan negri ini” “Peternakaan bisa memperbaiki keadaan” “Pertambangan bisa memperbaiki keadaan”, Apalah arti semua itu jika kita tidak mengingat Allah, padahal hanya Allah yang bisa memperbaiki keadaan.

Kita terlalu sibuk mengurus pertanian, peternakan, pertambangan, dan lainnya, hingga kita lupa siapa yang telah memberikan semua itu, kita lalai ketika waktu sholat dan berfikir “Nanti saja Sholatnya, urusan ini lebih menjanjikan keuntungan”.

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

( 4 ) Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat

الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

( 5 ) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya [ Quran surah Al Maaun ayat 4 – 5 ]

Penutup. Janganlah kita sampai tersibukan dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita, jangan sampai kita sibuk dengan kesenagan akan kekayaan negri ini lalu kita terlalu bergembira dengan pemberian itu & tidak mengingat Allah, sehingga kita termasuk orang yang merugi.

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba – tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. [ Quran surah Al An’am (6) ayat 44 ]

Tinggalkan Balasan