Rasulullah sebagai Suri Tauladan (Panutan)

0
5196

Menjadikan rasulullah sebagai suri tauladan (panutan) adalah suatu keharusan,

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [ Al Ahzab ayat 21 ]

Sebagaimana juga disebutkan dalam hadits riwayat muslim, nabi bersabda : ” Sebaik – baiknya perkataan adalah kitab Allah (Al Quran), sebaik – baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk – buruknya perkara adalah perkara – perkara baru (dalam hal agama), dan semua perkara baru (dalam hal agama) adalah kesesatan”.

Tentu kita sebagai ummat Islam yang mencintai Allah, maka kita haruslah berusaha mengikuti nabi Muhammad, sebagai bukti dari rasa cinta kita.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

” Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [ Ali Imran ayat 31 ]

Maka sudah seharusya kita mengikuti rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, karena apalah artinya jika kita menyatakan “Mencitai Allah & rasulNya” namun tidak menaati Allah & tidak mengikuti rasulNya.

Salah satu contoh mengikuti rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah sholat sunnah sebelum fajar.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ لاَ يُصَلِّى إِلاَّ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

“ Ketika terbit fajar Shubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah shalat kecuali dengan dua raka’at yang ringan” ( HR. Muslim no. 723).

Jika kita mengikuti rasulullah maka cukuplah 2 rakaat yang ringan, karena itulah yang dilakukan oleh rasulullah, dan apa yang dilakukan rasulullah adalah yang terbaik.

Contoh mengikuti rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam lainnya adalah beristigfar setelah sholat.

(3x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan. [ H.R Muslim ]

Kita sebagai ummatnya nabi Muhammad tentu akan mengikutinyanya, kita hanya akan mengucapkan أَسْتَغْفِرُ اللهَ, tanpa ada perubahan ( baik penambahan / pengurangan), karena itulah yang diajarkan oleh suri tauladan kita, nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam dan itulah yang sebaik – baiknya. Maka kita sebagai ummatnya hanya perlu mengikutinya, kita tidak boleh menyelisihi beliau sholallahu ‘alaihi wa sallam.

Tinggalkan Balasan