Panggilan Yang Tidak Akan Pernah Bisa Ditolak

0
236

Panggilan Yang Tidak Akan Pernah Bisa Ditolak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Beberapa waktu yang lalu di hari Sabtu yang cerah, saya dengan keluarga berserta rekan-rekan kerja bersama-sama pergi untuk menghadiri undangan walimatul ‘ursy salah seorang saudara di luar kota.

Alhamdulillah kami diberi nikmat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berupa kemudahan serta kesehatan selama bepergian sehingga semua urusan pada hari itu bisa tuntas selesai tanpa ada masalah sama sekali.

Namun keesokan harinya di hari Ahad, sesaat setelah usai melaksanakan sholat subuh di masjid, saya menerima kabar bahwa salah seorang dari rekan kerja yang sehari sebelumnya pergi bersama kami, telah memenuhi panggilan Rabb-nya, berpulang ke hadirat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Tidak ada satupun diantara kami yang menyangka bahwa beliau akan demikian cepat meninggalkan kita diusia yang masih terbilang muda, bahkan tidak ada tanda-tanda sakit sama sekali pada diri beliau. Sungguh sebuah kenyataan yang sulit untuk diterima namun demikianlah ketentuan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang berkuasa menghidupkan serta mematikan atas seluruh mahluk ciptaanNya.

Sahabatku…

Perhatikanlah sepenggal kisah diatas. Renungkanlah untuk sesaat hikmah apa yang bisa kita petik dari kejadian tersebut.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” (QS. Ali Imran : 185)

Didalam ayatNya yang lain, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى juga berfirman,

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)” (QS. Az Zumar : 30)

Dan masih banyak lagi dalam Al Quran dimana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berbicara tentang kematian. Oleh karena itu kita sebagai seorang mukmin yang beriman kepada yaumil akhir tentunya harus meyakini bahwa kematian itu cepat atau lambat akan menemui kita, pasti !

Dan demikianlah kematian itu menjadi sebuah panggilan yang kita tidak akan pernah bisa untuk menolaknya. Betapapun setiap manusia itu berupaya untuk menundanya atau mempercepatnya sekalipun, kematian itu akan tetap mengejarnya sesuai waktunya karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah menetapkan kematian itu atas diri setiap manusia.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman,

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al Jumu’ah : 8)

Sahabatku…

Hendaknya dengan mengetahui, memahami, serta mempercayai sunnah ketetapanNya atas seluruh mahluk bernyawa yang bernama “kematian”, maka kita wajib memastikan “bekal” apa yang sudah kita persiapkan sebelum tibanya waktu kematian tersebut atas kita. Seperti halnya seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh, tentunya dia akan mempersiapkan bekal yang terbaik untuk perjalanannya tersebut agar tujuan akhir yang hendak dicapai bisa terpenuhi. Dalam perkara akhirat maka tujuan terakhir dari setiap mukmin tentunya adalah surga. Namun surga tidak akan dapat dicapai dengan bekal yang asal-asalan. Perhatikanlah nasehat dari manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi ini, Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” ( HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani)

Apa yang disampaikan oleh baginda tercinta, Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memiliki akhlak yang baik bagi sesamanya, dan seorang mukmin hendaknya menjadi mukmin yang cerdas dengan banyak mengingat pada kematian serta bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kematian tersebut. Bersungguh-sungguh ini tentu maksudnya adalah dengan mempersiapkan iman yang benar, tauhid yang murni, serta amalan yang ikhlas karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya jangan menunda-nunda dalam perkara akhirat, terlebih jika hal tersebut hanya disebabkan karena perkara dunianya saja. Pahamilah bahwa perkara dunia itu tidak akan pernah ada habisnya, sedangkan kematian bisa datang setiap saat tanpa pernah meminta izin kepada siapa yang akan ia datangi. Segeralah beramal sebelum panggilan itu tiba. Karena hanya amalan yang akan menemani kita ketika masuk kedalam liang lahat hingga yaumil hisab kelak.

Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)

Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى selalu memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua.

—oo00oo—

Tinggalkan Balasan