Zakir Naik : Jika Memilih Non Muslim, Tidak Akan Mendapatkan Pertolongan Allah

0
2163

Zakir Naik : Jika Memilih Non Muslim, Tidak Akan Mendapatkan Pertolongan Allah

Satu Catatan menarik dari sesi tanya jawab pada kuliah umum Dr. Zakir Naik di Gymnastium, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2 April 2017. Yakni, ketika seorang peserta yang sengaja datang dari Jakarta, bertanya mengenai mengapa seorang muslim tidak boleh memilih calon pemimpin dari non muslim.

Padahal, calon pemimpin non muslim tersebut telah melakukan infrastruktur dan banyak melakukan hal yang baik. Bahkan, orang tersebut membantu membangun masjid, tempat ibadah kaum muslim.

Zakir Naik secara tegas mengungkapkan bahwa, seseorang yang membangun masjid, tetapi tidak sholat di dalamnya, ia adalah seorang munafik yang luar biasa.

“Saya katakan tidak boleh memilih calon pemimpin non muslim walaupun ia membangun infrastruktur yang baik,” kata Zakir Naik.

Zakir Naik mengatakan bahwa Kesuksesan itu bukan membangun jalan-jalan atau gedung-gedung, Sukses yang sebenarnya adalah memiliki iman.

Manakah yang lebih baik, orang yang memberi uang atau yang memberi anda keimanan? “Istri Fir’aun, seorang istri orang terkaya memohon kepada Allah agar bisa menukar kekayaan dengan keimanan dan dimasukan ke dalam surga,” kata Zakir Naik.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman, jangan sampai orang beriman menjadikan non muslim menjadi Aulia, teman dan pelindung. Karena, mereka adalah teman antara sesamanya. Jika muslim melakukan hal itu, maka ia menjadi bagian dari non muslim tersebut.

Menurut Zakir Naik, jika hanya untuk berteman lalu mendakwahi mereka ngga ada masalah. Al Maidah tidak mengatakan tidak berbuat baik. Tetapi tidak menjadikan pelindung, teman, dan pemimpin. “Jika kita memilih non muslim sebagai Aulia, maka kita tidak akan dapat pertolongan dari Allah,” kata Zakir Naik.

Al Qur’an memang untuk muslim. Yakni bagi muslim yang menjalankan agamanya dengan baik. Namun, banyak orang Islam yang hanya sekedar identitas atau sekadar nama. Menurut Zakir Naik, muslim yg memilih aulia non muslim itu hanya muslim identitas saja. Hanya namanya saja muslim.

Walaupun dia sekarang miliarder, bos, gubernur, presiden, apa pun jabatannya. Apabila berkontradiksi dengan ajaran Islam, ajaran Allah, maka kita tidak mengikuti dia. Kita mengikuti Allah dan Rasulullah.

Berkaitan dengan pilihan terhadap muslim atau non muslim. Allah di dalam Al Qur’an jelas dan tegas jangan memilih teman, pelindung dari non muslim. Allah tidak mengatakan jangan berbuat baik, tetapi jangan memilih. “Seorang muslim memang harus berbuat baik kepada semua orang. Tetapi dalam memilih teman atau pelindung ya harus memilih yang muslim,”.

Pernah suatu ketika, kata Zakir Naik, “Ada orang yang tidak menjalankan islam bertanya, ada seorang muslim berjenggot dan sholat tetapi curang. Saya ngga punya jenggot, tapi saya jujur. Mana yang lebih baik. Jika pengetahuan agamanya benar, maka yang terbaik adalah yang sholat dan yang jujur. Namun, yang lebih adalah orang yang sholat walaupun curang. Karena yang tidak sholat itu berbohong dan curang kepada Allah. Ia lebih lebih curang, kata Zakir Naik.

Jadi, menurut Zakir Naik, untuk apa berpihak kepada orang yang membangun gedung, jalan-jalan tetapi menyeret ke Neraka, apa untungnya orang tersebut. Mereka yang memilih Aulia dari non muslim adalah sebuah kesalahan.

Lalu, Jika ada dua pilihan muslim dan non muslim (tidak beriman) walaupun ia peraih Nobel perdamaian. “Maka memilih seorang muslim, orang beriman jauh lebih unggul lebih utama dibanding non muslim. Karena kita bicara soal akhirat, sesuatu yg lebih besar lebih utama dibanding hal2 yg bersifat duniawi.

Sukses bagi kami adalah mengikuti Allah dan Rasulullah,” kata Zakir Naik.

Dikutip sesuai dengan terjemahan

Tinggalkan Balasan