Siapa Yang Kita Ikuti?

0
465

Siapa yang kita ikuti?

Yuk renungi perkataan imam-imam dan penjelasannya dibawah ini.

Imam Asy-Syafi’i berkata, “Kaum muslimin bersepakat bahwa siapa yang telah jelas baginya Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam maka tidak boleh meninggalkan Sunnah tersebut hanya karena perkataan seseorang.”

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Barangsiapa menolak hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam maka sesungguhnya ia berada di tepi jurang kebinasaan.”

Dimanakah posisi perkataan tersebut dari kebanyakan pengikut mazhab yang begitu fanatik dalam memegang teguh Mazhab mereka dan mengabaikan hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Seandainya kaum muslimin hari ini bersepakat untuk menjadikan Al-Hadits sebagai hukum sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah ta’ala, Rasul-Nya​ dan seluruh imam, mereka tentu akan menjadi satu mazhab seperti halnya kondisi pada masa para shahabat. Hal tersebut dikarenakan dihimpunnya Al-Hadits sesudah masa para imam.

Asy-Sya’rani pernah berkata di dalam kitab Al-Mizan yang maknanya, “Seandainya Abu Hanifah datang pada hari ini—demikian pula halnya dengan imam-imam yang lain, niscaya ia akan menarik kembali pendapat-pendapatnya karena As-sunnah dihimpun setelah (masa)nya.”

Semoga bermanfaat.

Penulis: Debi Nependi

Dikutip dari buku Bekal Pengantin karangan Mahmud Mahdi Al-Istanbuli (hal 183)

Tinggalkan Balasan