Untuk Setiap 100 Warga Rusia di Suriah, 50 Akan Kembali Dalam Peti Mati

0
279

Untuk setiap 100 warga Rusia di Suriah, 50 akan kembali dalam peti mati

Keterlibatan Rusia di Suriah ternyata lebih keras dan lebih mahal dari apa yang telah diungkapkan Kremlin, menurut bukti yang dikumpulkan oleh Reuters. Sejak akhir Januari, kerugian Rusia dalam konflik Suriah tiga kali lebih tinggi dari laporan resmi.

Delapan belas warga Rusia yang ikut bertempur bersama sekutu Moskow, pasukan rezim Suriah, telah tewas sejak 29 Januari – periode yang bertepatan dengan pertempuran sengit untuk merebut kembali kota Palmyra, sekali lagi, dari Daesh.

Kementerian pertahanan Rusia secara terbuka melaporkan hanya lima kematian prajurit di Suriah selama periode yang sama, dan laporan pejabat tersebut tidak menyebutkan operasi darat Rusia skala besar dalam pertempuran di Palmyra.

Jumlah itu terungkap dalam wawancara dengan kerabat dan teman-teman dari orang-orang yang tewas di Suriah, juga pekerja pemakaman, laporan media lokal tentang pemakaman dan bukti yang dikumpulkan oleh sekelompok blogger investigasi, Tim Intelijen Konflik (CIT).

Dalam setiap kasus, Reuters telah memverifikasi secara independen informasi tentang kematian dengan berbicara kepada seseorang yang tahu tentang warga Rusia yang tewas di Suriah.

Korban sejak akhir Januari merupakan salah satu jumlah tertinggi bagi kontingen Rusia di Suriah sejak awal intervensi militer Moskow 18 bulan yang lalu.

Sebagian besar yang tewas dilaporkan bukan tentara Rusia, tapi warga sipil Rusia yang bekerja sebagai tentara bayaran militer swasta di bawah perintah komandan Rusia. Moskow belum secara resmi mengakui kehadiran tentara bayaran di Suriah.

18 korban jiwa didokumentasikan oleh Reuters termasuk lima tentara yang tewas diumumkan oleh kementerian pertahanan, empat tentara militer swasta, tujuh tentara bayaran lainnya, dan dua tentara reguler yang kematiannya belum diumumkan kementerian pertahanan.

Salah satu dari 18 orang tewas adalah Yuri Sokalsky, 52-tahun dari resor Laut Hitam Rusia Gelendzhik yang menurut orang yang dekat dengannya, mendaftar untuk pergi ke Suriah pada bulan Januari dengan sekelompok tentara bayaran swasta.

Dalam salah satu panggilan telepon terakhirnya, orang yang dekat dengannya mengatakan, Sokalsky menyatakan terkejut tentang sejumlah besar tentara bayaran Rusia yang dikirim ke Suriah, dan menyampaikan tentang intensitas pertempuran.

“Dari setiap 100 orang, 50 kembali dalam peti mati,” keluarga dekat mengulang pernyataan Sokalsky. Orang dekat yang memberi informasi tersebut meminta untuk tidak diidentifikasi, dengan alasan keamanan karena mengungkapkan informasi yang sensitif tentang pemerintah Rusia.

Periode yang diperiksa oleh Reuters bertepatan dengan dimulainya penyebaran utama Rusia ke daerah sekitar Palmyra, menurut beberapa orang yang dekat dengan para tentara yang tewas di Suriah.

Laporan media lokal dan posting media sosial menunjukkan lebih banyak kematian tentara Rusia di Suriah sejak akhir Januari lebih dari 18 korban, namun Reuters belum bisa memverifikasi informasi secara independen.

Via Middle East Monitor

Tinggalkan Balasan