Ternyata Ada Surga Yang Tak Dirindukan ?

0
557

Surga Yang Tak Dirindukan

Iblis, sebagai guru besar penyeru kebathilan, ketika Iblis memiliki keinginan hendak merayu dan menyesatkan Nabi Adam dan Istrinya Hawwa ‘alaihimas salaam, Iblis mengemas rayuanya itu dalam kemasan nasehat dan saran agar Adam dan Istrinya dapat hidup kekal.

Tidak cukup hanya dengan mengesankan bahwa bisikannya adalah nasehat agar Adam dan Istrinya dapat menjadi malaikat dan kekal di surga. Iblis benar-benar ahli dalam menggunakan tipu muslihat, ia menguatkan godaannya ini dengan sumpah palsu.

Singkat cerita, tergodalah Adam dan Istrinya oleh kelembutan dan halusnya tipu daya Ibllis. Tak lama setelah kejadian itu, mereka terjerumus dalam sebuah kesalahan besar, yaitu melanggar larangan Allah ﷻ dengan memakan buah yang telah dilarang untuk mereka makan.

Demikianlah ajaran Iblis dan demikianlah metode para penyeru kebatilan di setiap zaman dan tempat. Mereka mengemas kebatilan dengan kata-kata indah, slogan-slogan menggiurkan, dan iming-iming manis.

Demikianlah Si Iblis, sebagai guru besar penyeru kebathilan yang menjadi sebuah gambaran tentang satu fenomena yang telah menjadi sunnatullah pada makhluk Allah ﷻ, agar terbukti siapa yang benar² beriman kepada Allah ﷻ dan siapa dari makhluk itu yang hanya menuruti bisikan syahwat atau hawa nafsunya saja ?

Fenomena yang telah menjadi sunnatullah tersebut sebenarnya telah dijelaskan oleh Nabi Kita yang Mulia, Muhammad ﷺ sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ أَرْسَلَ جِبْرِيلَ

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Bersabda: “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Jibril

قَالَ انْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا فَجَاءَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعَدَّ اللَّهُ لِأَهْلِهَا فِيهَا فَرَجَعَ إِلَيْهِ

Allah  berfirman: Lihatlah kepadanya dan apa-apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya. Maka datanglah Jibril untuk melihat ke dalamnya dan apa-apa yang telah Allah persiapkan untuk calon penghuninya, lalu ia kembali menghadap Allah 

قَالَ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا فَأَمَرَ بِهَا فَحُجِبَتْ بِالْمَكَارِهِ

Jibril berkata: Demi kemuliaan-Mu (yaa Allah), tidaklah seseorang yang mendengar tentangnya kecuali ingin memasukinya, lalu Allah memerintahkan dengannya dan menutupinya dengan hal hal yang dibenci.

قَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَرَجَعَ إِلَيْهَا وَإِذَا هِيَ قَدْ حُجِبَتْ بِالْمَكَارِهِ فَرَجَعَ إِلَيْهِ قَالَ وَعِزَّتِكَ قَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ

(lalu) Allah berfirman: Sekarang kembalilah ke sana (surga) dan lihat apa yang telah Aku persiapkan untuk para penghuninya, Rasulullah  Bersabda: Lalu Jibril kembali melihat surga, dan sungguh surga telah dikelilingi dengan sesuatu yang dibenci, lalu ia kembali kepada Allah dan berkata: Dan demi kemuliaan-Mu(yaa Allah), sungguh aku kuatir tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke dalamnya

قَالَ اذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا

(Selanjutnya) Allah berfirman: Sekarang pergilah melihat neraka dan apa-apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya, dan sungguh di dalamnya antara satu dengan yang lainnya saling tumpuk menumpuk

فَرَجَعَ قَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَسْمَعَ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلَهَا

lalu ia kembali (menghadap Allah) dan berkata: Sungguh aku takut, tiada seorang pun yang mendengar tentangnya lalu berkeinginan untuk memasukinya

فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا

lalu Allah memerintahkan dengannya dan menutupinya dengan hal hal yang disukai oleh syahwat. Lalu Jibril berkata: Dan demi kemuliaan-Mu (yaa Allah), sungguh aku kuatir tidak seorangpun yang selamat darinya, kecuali ia pasti akan masuk ke dalamnya.

Riwayat ini memberikan satu penjelasan kepada kita bahwa:

  1. Surga itu senantiasa nampak dengan hal hal yang dibenci (حُجِبَتْ بِالْمَكَارِهِ).
  2. Neraka itu senantiasa nampak dengan hal hal yang dicintai (حُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ).

Inilah yang kami maksud dengan Surga yang tak dirindukan yaitu Surga yang Dibenci dan Neraka yang Cintai.

Allahu A’lam bi al-Shawab…

____________
Disusun Oleh:
Sugito Shiddiq As-Sawiy

Sumber Kisah:

  1. Ahmad bin Hanbal, Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, (Muassasah al-Risalah, cetakan kedua 1420 H / 1999 M, hal. 125, Juz. 14) _Maktabah al-Syamilah.
  2. Riwayat di atas juga disampaikan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunannya nomer 2560, Imam Nasa’I juga dalam kitab sunannya nomer 3763, penomoran hadits dalam Maktabah al-Syamilah.

Keterangan Hadits:
قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح
قال الشيخ الألباني : حسن صحيح

Tinggalkan Balasan